Lihat ke Halaman Asli

Okti Li

TERVERIFIKASI

Ibu rumah tangga suka menulis dan membaca.

Belanja (Yang Bukan Lagi) Rahasia Bingkisan Kejutan untuk Santri

Diperbarui: 7 Mei 2021   04:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok pribadi

Sejujurnya sih setiap lebaran saya tidak pernah punya anggaran khusus untuk belanja. Bukan tidak mampu beli pakaian, beli kue dan minuman, atau pernak pernik lainnya di hari raya. Tapi emang tidak ada niat saja. Sepertinya suami pun mendukung. Toh dia juga diam saja.

Kalaupun ada anak yang kami prioritaskan, ia selalu kami belikan baju dan keperluan lainnya itu di luar bulan Ramadan. Dan anaknya memang tidak rewel. Seolah tahu banget mengerti kondisi orang tuanya.

Tapi hari ini Jumat, hari pasar di Pagelaran, kecamatan tempat kami tinggal di Cianjur Selatan. Saya sudah bikin catatan sejak semalam, kalau ke pasar kali ini selain belanja sayur dan lalapan juga akan belanja jajanan anak untuk keperluan bingkisan.

Ya, alhamdulillah ada rezeki kejutan untuk anak-anak mengaji Al Hidayah yang kami kelola di rumah. Menjalankan amanat dari salah satu donatur di Taiwan, yang dua hari lalu sudah transfer uang ke saya untuk disampaikan ke semua anak mengaji di rumah dalam bentuk bingkisan ala-ala.

Jangan bayangkan bingkisan berisi kue kaleng dan minuman khas Ramadan yang iklanya wara-wiri di tv. Karena bingkisan yang akan kami buat ini isinya cuma ciki-ciki jajanan anak yang harganya kalau dinominalkan per satu bingkisan tak sampai sepuluh ribu rupiah.

Catatan belanja yang sudah saya buat pun cuma berisi:

Chiki 3 renteng @ isi 10

Minuman botol ukuran mini 3 lusin

Biskuit 3 pak @ isi 10

Permen 1 bungkus

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline