Lihat ke Halaman Asli

Susi Retno

Penulis

Suka Duka Penulis Novel Online

Diperbarui: 21 Juli 2022   17:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: https://www.pexels.com/photo/person-writing-on-a-notebook-beside-macbook-1766604/

Hai teman-teman pembaca. Kalian apa kabar nih? Semoga di pertengahan tahun ini, kalian senantiasa diberi kesehatan ya, aamiin. Dalam kesempatan kali ini, aku mau berbagi pengalaman aku selama menjadi penulis novel di platform digital. 

Mungkin di antara kalian ada juga yang hobi nulis? Atau ada yang jadi penulis novel online?

Kalau ada boleh dong angkat tangannya. Tos, kita bisa jadi pernah mengalami hal yang sama dalam dunia kepenulisan online yang serba asyik tapi juga kadang bikin isi kepala jadi berisik (alias banyak pikiran dan berujung pusing tak karuan hehe).

Bercanda sih, sebenarnya itu tergantung persepsi dari masing-masing diri kita aja.

Dan bicara soal persepsi, sekali lagi yang mau kubagikan adalah pengalaman aku ya. Jadi ini persepsi aku secara pribadi. Teman pembaca yang mungkin senang nulis online atau memang sepenuhnya berkecimpung dalam dunia pernovelan digital, bisa jadi punya pengalaman yang berbeda dengan apa yang mau kusampaikan. Its ok, itu wajar. Dan tulisan ini tidak bermaksud untuk membuat keseragaman pemikiran.

Ok, langsung meluncur saja ke pembahasan. Aku akan membagi pengalamanku ke dalam dua poin, yaitu poin suka dan poin duka. Mari kita simak.

Sukanya jadi penulis novel online:

1. Bisa secara suka-suka nyiptain tokoh

Kapan lagi kan ya, bisa menciptakan tokoh-tokoh dengan fisik dan segala sifat yang aku mau. Ya cuma dengan menulis cerita/novel. Baik online atau novel versi cetak, menurut aku ini adalah part yang pastinya disukai sama setiap penulis novel. Dan sebenarnya ini juga part yang bisa diambil alih sama pembaca ketika mereka baca novel yang aku tulis. Karena setiap orang yang baca cerita itu pasti jadi punya imajinasi yang menyesuaikan dengan alur cerita yang ada.

Kalau aku biasanya tokohnya itu ambil dari visual artis atau orang yang lagi aku suka. Enggak tahu kenapa, feel nulisnya itu jadi lebih semangat kalau sambil ngebayangin bahwa setiap adegan yang aku tulis itu diperanin sama artis/orang yang aku suka itu. Tapi kadang juga random sih. Enggak melulu pake visual orang yang lagi aku idolain, tapi bisa juga pakai visual seolah-olah tokohnya itu adalah orang di sekitar aku. Tergantung mood dan juga alur cerita yang lagi ditulis aja.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline