Lihat ke Halaman Asli

Pemuda dan Peradaban Baru

Diperbarui: 3 November 2021   09:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

doc: @elthanimbary

Bicara tentang pemuda memang tidak ada habisnya. Di tangan pemuda, masa depan peradaban bangsa, negara, bahkan umat diletakkan. Pemuda dan segala keunggulan yang dianugerahkan, memiliki peran strategis dalam menentukkan posisi bangsa di dalam suatu masa. Apatah lagi dengan kondisi dunia hari ini yang tidak baik-baik saja.

Dengan kondisi seperti ini, peran aktif pemuda sebagai tonggak kebangkitan bangsa, negara dan umat, dituntut hadir dan memberikan ruh baru. Hingga melahirkan banyak gerakan yang memberikan manfaat dan kontribusi besar pada wajah peradaban Indonesia ke depan. Sebagaimana orang-orang kampung saya menyatakan bahwa "the young today is leader tomorrow"(Pemuda hari ini adalah pemimpin yang akan datang).

Pemuda yang diharapkan oleh zaman, adalah pemuda yang mampu melakukan kerja-kerja peradaban yang memberikan dampak kebermanfaatan bagi umat. Tidak dihitung seberapa besar gerakan yang dilakukan, tetapi dengan nilai-nilai kebaikan yang terasa adalah bukti nyata yang dihasilkan oleh kerja pemuda hebat.

Indonesia di tahun 2045 akan mendapatkan bonus demografi, dimana rata-rata umur penduduk Indonesia adalah adalah pemuda yang berusia produktif. Inilah mengapa, pemuda sangat diharapkan dapat menyiapkan kualitas dan kemampuan dirinya. Karena untuk menginstal peradaban bangsa, negara, dan umat yang besar ini, butuh tanggung jawab besar dan peran serta pemuda.

Move On dari "Zaman Kuno"

Karena kita paham, era ini disebut sebagai masa teknologi. Di mana perkembangan teknologi yang sangat pesat ini telah menjadi sebuah gaya hidup bagi para generasi di dalamnya. Maka, bangsa yang memiliki pemuda yang hebat, adalah yang turut berkembang dan paham, serta menguasai teknologi modern.

Salah satu indikator keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah yang berhasil "move on" dari masa lalu, dan memasuki era milineal serta terus merefresh kehidupan bernegara dari berbagai aspek yang ada. Karena, di era ini menuntut kepahaman terhadap teknologi. Sebab persaingan yang juga semakin tinggi, sehingga menuntut kualitas dan kinerja manusianya terkhusus pemuda untuk lebih ditingkatkan.

Di era yang semakin ganas ini, pemuda dituntut untuk terus meningkat kemampuan dan daya saing dalam segala aspek, agar supaya tidak menjadi korban serta budak daripada teknologi. Menggunakan waktu sebaik mungkin adalah satu langkah dan modal yang baik untuk meningkatkan kemampuan diri kita sebagai pemuda. Sebaliknya, waktu yang hilang dan terbuang percuma menjadi salah satu pemicu lahirnya generasi-generasi pemuda pemalas, lemah nalar, hingga mental apatis.

Berpikir, Bergerak dan Bermanfaat

Sebagaimana yang dikatakan  oleh Tan Malaka, "Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda". Bahwa berarti pemuda merupakan aset berharga yang akan mengubah wajah masa depan perdaban bangsa, negara, terlebih umat ini. Pemuda harus sadar betul bahwa kemajuan pemuda sebagai tolok ukur ke arah peradaban yang berkemajuan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline