Lihat ke Halaman Asli

Sulasmi Kisman

Warga Ternate, Maluku Utara

Mengenal Akun Pembelajaran saat Kembali Belajar

Diperbarui: 4 Januari 2021   00:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Akun Belajar [dok, 2021]

Libur telah usai, siswa-siswi akan kembali belajar. 2021. Oleh sebab pandemi masih bersemi, awal semester ini mungkin akan tetap dimulai dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) lagi. Pembelajaran menggunakan sistem online atau dalam jaringan (daring), sarat dengan pemanfaatan teknologi.

Pada awal diberlakukannya PJJ, para pengajar atau pendidik juga siswa-siswi Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah mungkin mengalami kebingungan. Banyak aplikasi pembelajaran yang harus diakses untuk mendukung proses pembelajaran. Beda guru, beda lagi aplikasi pembelajaran yang digunakan. Tiap sekolah pun daerah juga punya kebijakan masing-masing. Proses pembelajaran menjadi kurang efektif.

Hal ini disikapi Kemendikbud dengan meluncurkan akun belajar dengan domain @belajar.id. Belajar.id merupakan nama domain yang dipilih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas dasar kemudahan untuk diingat oleh para pengguna akun belajar. Ini pun sesuai dengan esensi dari pendidikan itu sendiri. Namun penggunaan akun pembelajaran ini bersifat optional.

Akun Pembelajaran [dok, 2021]

Namun Kemendikbud menyarankan peserta didik, pendidik serta tenaga kependidikan untuk menggunakan akun pembelajaran karena beberapa hal: (a) akun pembelajaran akan menjadi salah satu jalur komunikasi resmi Kemendikbud ke pendidik dan peserta didik; (b) akun pembelajaran akan digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi resmi kemendikbud dan (c) materi dan informasi dari Kemendikbud, misalnya terkait bantuan pemeritah dan asesmen nasional, akan dikirimkan ke alamat pos elektronik akun pembelajaran.

Bagaimana cara mendapatkan akun pembelajaran? Untuk siswa, guru dan tenaga kependidikan: (1) Dapatkan nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) akun pembelajaran dari operator satuan pendidikan di sekolah anda; (2) Buka halaman mail.google.com, lalu masukkan nama akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang anda dapatkan; (3) Anda akan diminta untuk menyetujui syarat dan ketentuan penggunaan akun pembelajaran lalu mengganti akses akun (password) akun pembelajaran anda; dan (4) selamat! Anda sudah dapat menggunakan akun pembelajaran baru anda.

Adapun contoh aplikasi pembelajaran yang dapar diakses dengan akun pembelajaran diantaranya yaitu: Rumah Belajar, Google Hangout, Google Sheet, Google Doc, Zenius, Bahaso, Pintaria, Coursera, Google Classroom, Google Slides, Google Drive, Zoom, Khan Academy, Pahamify dan Udemy.

Saat berselancar di Fitur Rumah Belajar misalnya, siswa dapat menemukan "Sumber Belajar" yang menyajikan materi ajar bagi siswa dan guru berdasarkan kurikulum. Materi ajar disajikan secara terstruktur dengan tampilan yang menarik dalam bentuk gambar, video, animasi, simulasi, evaluasi dan permainan.

Fitur Sumber Belajar [dok, 2021]

Adapula "Kelas Maya" yang berbentuk Learning Management System (LMS), "Bank Soal" berupa fitur kumpulan soal dan materi evaluasi siswa yang dikelompokkan berdasarkan topik ajar. Tersedia  juga berbagai akses soal latihan, ulangan dan ujian. Yang menarik tersedia pula fitur "Laboratorium Maya" sebuah fitur simulasi praktikum laboratorium yang disajikan secara interaktif dan menarik, dikemas bersama lembar kerja siswa dan teori praktikum.


Pembelajaran Jarak Jauh bisa dimulai dengan menyenangkan saat menggunakan akun pembelajaran. Olehnya itu bagi siswa-siswi peserta didik khususnya (a) SD dan Program Paket A dan kelas 5 dan kelas 6; (b) SMP dan Program Paket B kelas 7 sampai dengan kelas 9; (c) SMA dan Program Paket C kelas 10 sampai dengan kelas 12; (d) SMK kelas 10 sampai dengan kelas 13 serta (d) SLB kelas 5 sampai dengan kelas 12 diharapkan dapat melakukan registrasi akun belajar.

Sekadar menegaskanAkun akses layanan pembelajaran yang selanjutnya disebut Akun pembelajaran merupakan akun yang memuat naman akun (user ID) dan akses masuk akun (password) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dapat digunakan oleh peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan pembelajaran berbasis elektronik.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline