Lihat ke Halaman Asli

Euis Novianti

Life Must Goes On

Jurus Jitu Mengatasi "Second Lead Syndrome" Akut

Diperbarui: 15 Maret 2021   22:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi pemeran utama dan pemeran figuran. (sumber: pixabay.com/ErikaWittlieb)

Hallo everyone!

Kalian pernah dengar istilah second lead syndrome gak? Atau jangan-jangan kalian sendiri nih yang ketularan second lead syndrome. Lantas apa sih second lead syndrome itu? dan kenapa second lead syndrome itu bisa terjadi?

Eittsss.. jangan khawatir, buat kalian yang belum tahu apa itu second lead syndrome tenang aja ya. Kali ini penulis akan menguraikan sedikit apa itu second lead syndrome dan mengapa bisa terjadi berdasarkan pengalaman pribadi penulis.

Second Lead Syndrome ini merupakan istilah atau ungkapan yang digunakan oleh penonton drama Korea saat mereka lebih menyukai pemeran second lead (kedua) daripada pemeran main lead (utama). Mereka lebih menginginkan agar main cast lead lebih menyukai second lead ini.

Bagaimana kalian paham tidak? Oke saya contohkan ya.

Akhir-akhir ini dunia per drama Koreaan sedang dihebohkan dengan drama yang berjudul "Love Alarm 2". Drama ini menceritakan tentang aplikasi yang berguna untuk menyatakan perasaan seseorang dengan radius 10 meter.

Drama ini di bintangi oleh Kim Sohyun sebagai Kim Jojo, Song Kang sebagai Sun Oh dan Jun Ga Ram sebagai Hye Yeon.

Love Alarm 2 merupakan drama season 2 atau drama terusan dari love alarm 2 yang ditayangkan 2 tahun yang lalu yakni pada tahun 2019.

Pada season 1 para penonton dibuat kagum dengan alur cerita yang mengisahkan Kim Jojo dan Sun Oh. Tetapi ternyata pada season 2 penonton di buat kecewa oleh alur cerita yang ternyata ending dari cerita ini adalah Kim Jojo menjadi pasangan Hye Yeon bukan Sun Oh.

Kalau udah dikasih contoh kalian faham dong ya, jadi dari cerita diatas para penonton lebih menginginkan Kim Jojo untuk lebih memilih dan bersama dengan Sun Oh bukan bersama Hye Yeong.

Second lead syndrome ini terjadi karena pesona dari second lead sendir yang tampak begitu karishmatik dan pembawaannya yang sangat baik. Acting yang dilakukan oleh second lead ini sangat baik dan membuat para penonton terkagum-kagum.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline