Lihat ke Halaman Asli

Sri Subekti Astadi

ibu rumah tangga, senang nulis, baca, dan fiksi

[Fiksi Ramadan] Wajahmu di Ujung Hilal

Diperbarui: 23 Mei 2020   22:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

oase.id

"Hilal telah nampak!" Rangga berseru kepada putra-putranya ketika di lihatnya garis lengkung rembulan menghias hari terakhir bulan Ramadan tahun ini.

Ada rasa haru yang menyelimuti setelah sebulan penuh berpuasa dalam masa pandemi. Namun Rangga bersyukur ketiga putranya tidak pernah rewel, meminta ini dan itu. Semua menerima apa adanya, sahur dan berbuka apa adanya yang tersaji di meja makan. Bahkan dia bersyukur, Malik putra pertamanya bisa khatam Al-Quran sebelum malam ke- 21 Ramadan sehingga hari-hari setelahnya tampak lebih khusuk dalam Iitikaf di rumah.

Tahun ini adalah Ramadan dan lebaran yang istimewa buat kita semua, demikian juga buat keluarga Rangga. Setelah hampir 3 bulan Rangga dan anak-anak hanya di rumah saja, Rangga harus menerima kenyataan kalau dia kena PHK  pada bulan Maret akhir kemarin. Beruntung Rangga masih mendapat pesangon sebesar 3 kali gaji terakhirnya. Sehingga dia masih bisa bertahan hidup dengan ketiga putranya.

Lita, istrinya yang bekerja sebagai nakes, atau lebih tepatnya perawat di sebuah rumah sakit rujukan Covid-19 sudah 2 bulan ini tidak pulang. Demi keselamatan keluarganya Lita rela dikarantina setiap pulang kerja. Lita bersama teman-teman nakes lainnya, Lita tinggal sementara di sebuah hotel. Lita hanya bisa bertemu dengan anak-anak dan suaminya melalui video call saja. Kadang rasa kangen begitu mendera pada keluarganya namun demi tugas Lita rela meninggalkan sementara keluarga yang begitu disayanginya.

Apalagi di malam takbiran seperti ini, Rangga sungguh merindukan Lita. Karena biasanya Lita sudah masak opor ayam, sambal goreng dan juga ketupatnya. Namun hingga hilal nampak sepertinya Lita belum mendapat jatah cuti.

Ada hikmahnya juga Rangga kena PHK dari perusahaan tempatnya kerja, ia jadi bisa merawat dan menunggui ketiga putranya. Apalagi Sisi, si bungsu masih berumur 2 tahun sekarang harus ditinggal mamanya. Rangga juga yang mengantikan mengasuh Sisi.

Sementara Rangga belum bisa mencari pekerjaan baru sampai pandemi Covid-19 ini berakhir. Rangga ingin berjualan makanan kecil-kecilan , tapi ternyata merawat dan mendampingi ketiga buah hatinya sudah memakan waktu banyak sehingga dia tidak bisa melakukannya.

" Assalamu'alaikum.. ini ada kiriman dari bu Tari yang tingal di sebelah"

" Waalaikumsalam....Terima kasih, wah terima kasih sekali sudah repot-repot mengantar makanan untuk  anak-anak"

" Semoga anak-anak suka, Pak. Permisi"

Rangga begitu senang, besok pagi anak-anaknya bisa makan dengan opor ayam dan ketupat. Sungguh bahagianya dia mendapat kiriman dari tetangga pada saat sangat membutuhan seperti kali ini. Bahagianya Rangga pada anak-anaknya ini sudah bisa memaklumi keadaan. Lebaran kali ini sungguh sangat istimewa. Berlebaran tanpa kehadiran istri, sedangkan Rangga baru saja kena PHK. Pandemi Covid-19  menjadikannya manusia yang bersabar dan bersyukur pada setiap keadaan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline