Lihat ke Halaman Asli

Sri Rahayu

Menyukai literasi

Seblak

Diperbarui: 14 November 2022   13:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

"Ibuk mau ke depan dulu ya dik" Kataku yang sudah bearada di atas motor dan siap meluncur ke depan kompleks perumahan untuk membeli keperluan dapur. 

"Tolong beliin seblak dong bu" Kata anak keduaku yang hobby banget makan seblak sebulan ini. 

"Ya"

Ku stater motor dan langsung ke pasar bersama anak gadiskubyang suka banget ngikuti aku kemanapun pergi. Seneng juga punya nakdis yang nempel denganku jadi seperti temen. Apapun juga diceritakan . 

Sore ini aku hanya pengin beli ayam potomg di pasar buat persiapan makanan besok pago biat nggak buru-buru. 

"Mbak Nana nggak sekalian beli seblaknya? Mau seblak apa?" Tanyaku begitu sampai di depan warung seblak langganan

Seblak ini sebenarnya sudah ada kalau nggak salah 5 tahunan yang lalu dan aku juga belum pernah cobain. Beberapa kali hanya beliin buat anak-anakku. Nggak tau kenapa kok belakangan aku lihat tiap kali Uma anakku selalu lahap makan seblak ini. 

Seblak adalah makanan dari Bandung kalo nggak salah (tolong koreksi kalau salah ya), berkuah dan ada krupuk mentah yang ikut di rebus dengan bumbu bawang dan kencur serta cabe ditambah dengan topping sesuai selera. Ada seblak mie, seblak kuetiauw,seblak ori (hanya krupuk saja), ceker, tulangan, dll. 

"Aku seblak kuetiauw ya bu" Kata nakdis

Kalau anak cowok ku sudah pasti seblak mie. Yang dipakai adalah indomie rasa rendang yang bumbu mie instant nya juga ikut dicampurkan. 

Hari ini aku melihat kedua anakku makan seblak kok aku jadi penasaran rasanya ya. Seenak apa sih sampai mereka bisa candu banget. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline