Lihat ke Halaman Asli

Siti Yhunis Arum

Jadikan kegagalan hal biasa, agar tak pernah menyerah.

Bosan Nge-jomblo? Kalau Iya, Ini Pas Banget

Diperbarui: 26 September 2020   19:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Bosan nge-Jomblo? 

Banyak yang berpendapat bahwa jomblo itu adalah nasib dan single itu prinsip. Benar begitu? ataukah hal tersebut hanya dalih untuk menaikkan pamor kata single saja? Ataukah juga, mungkin hanya untuk menghibur para jomblowan dan jomblowati agar sedikit merasa bahagia dan tenang-tenang saja. Namun pada dasarnya keduanya sama-sama tak memiliki pasangan. He..he..

Tapi demikian, bukan alasan kita jenuh dengan kesendirian. Tentunya, setiap jomblo memiliki alasan tersendiri untuk tidak mencari pasangan, atau bahkan tidak akan pernah menikah sama sekali.

Lalu kenapa status jomblo sampai berdampak jenuh (bosan)?

Pertama-tama, diingat lagi ya, jodoh sudah ada yang mengatur. Jodoh sudah ada di tangan Tuhan, sudah tergariskan oleh-Nya. Kenapa harus jenuh memikirkan kita dengan siapa? Bukankah suda Dia atur? Dan pikiran-pikiran yang mendatangkan kejenuhan seperti, kenapa kita masih tetap saja sendiri? tidak ada yang peduli, hati terasa sepi, dunia menjadi sunyi. Lagu lama.

Bercinta dengan orang yang salah, patah. Menyimpan rasa dengan yang diharap, lelah. Menaruh rasa kasih sayang dengan orang, ditinggal, mirisnya ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. 

Perspektif seperti ini yang sering ditemui dalam cerita orang lain, ataupun cerita diri sendiri. Setelah semua terjadi menyakitkan hati, bukannya cukup dijadikan pengalaman, malah bergegas mencari pelampiasan. Dan peristiwa luka terekam kembali.

Sekarang sendiri dihadiri kejenuhan? Seharusnya bersyukur lebih dalam. Itu artinya kita dituntut kembali mengingat tujuan. Seperti ada keluarga yang kita bahagiakan, mimpi yang harus tercapai. Dan seperti awalnya kita bahagia berkumpul dengan teman, karena kehadiran dia sebenarnya merusak suasana keharmonisan persahabatan, tentu tanpa kita sadari. Jadi cukup ya jenuh memikirkan pasangan, masih ada aku di sini. He..he..

Ditambah pikiran dan hati diusik, setiap waktu memikirkannya, pertemuan harus terjadwalkan. Luka demi luka yang berdampak negatif ke kesehatan, susah tidur dan susah makan. Rumit sekali ya.

Buat kalian yang jomblo dan di fase kejenuhan, itu bukan masalah, dan bukan sama sekali permasalahan. Jadi, ini kesempatan kita berbenah diri untuk menjadi lebih baik agar sesuai dengan harapan kita mendapatkan calon iman ataupun istri yang baik. 

Mulai melangkah maju demi mimpi, muliakan hati dengan agama dan ibadah di dalamnya, percantik diri dengan akhlak, dan menjadikan generasi dan pencetak generasi dengan ilmu bermanfaat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline