Lihat ke Halaman Asli

Kontak Bahasa Indonesia

Diperbarui: 16 Februari 2023   20:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Koleksi Pribadi

Kata bahasa dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Arab memiliki lebih dari satu makna atau pengertian. Dan fungsi bahasa sebagai alat kamunikasi bagi manusia. Menurut Chaer (224:15) berpendapat bahwa fungsi bahasa terdiri dari segi penutur, pendengar, topik, kode, dan amanat pembicara. Kontak bahasa merupakan penggunaan lebih dari satu bahasa tempat yang sama dan waktu yang sama.

Manusia dalam memenuhi kehidupan sehari-hari tak lepas dari manusia yang lainya, sehingga manusia melakukan berbagai kegiatan dengan manusia yang lainya. Beragamanya kegiatan tersebut harus mereka untuk berkomuniikasi satu sama lain, baik dengan anggota masyarakatnya ataupun dengan dari masyarakat lainya, dengan sevara umum diketahui bahwa bahasa yang digunakan antarmasyakarat yang satu dengan yang lain berbeda sehinga inilah yang menjadikan penyebab terjadinya kontak bahasa. 

Kontak bahasa merupakan penggunaan leih dari satu bahasa di tempat yang sama dan pada waktunya sama. Dengan terjadi peristiwa kontak bahasa ini akan menimbulkan beberapa sebagai akibat dari kontak bahasa. Ada lima peristiwa akibat kontak bahasa yang akan dibahasa dalam riset makalah ini.

1. Bilingualism (Kedwibahasaan)

Bilingualism atau dalam bahasa  Indonesia disebut juga kedwibahasaan yang merupakan hal yang sudah umum dan banyak sekali mengkaji. Secara harfiah bilingualisem yaitu berkenan dengan penggunaan dua bahasa atau dua kode bahasa. Secara ligusitik bilingualism adalah sebagai penggunaan bahasa oleh seorang penutur dalam pergaulanya dengan orang lain secara bergantian Menurut Bloomfield  bilingualise merupakan kemampuan yang menggunakan dua bahasa yang sama baiknya oleh seorang penutur bahasa, yang dinyatakan sebagai native-like control over to language. Dapat didefinisakn bahwa dwibahasawa yang memiliki tingkat kecakapan atau kemahiran yang tinggi atas bahasa yang dimilikinya.Orang yang menggunkan dua bahasa itu dalam komunikasi disebut dwibahasaan. Pada umumnya orang menafsirkan bahwa dwibahasawan adalah orang yang dapat berbicara dalam dua bahasa secara sempurna. Sebagain ada yang menafsirkan bahwa dwibahasaan adalah seorang yang biasa menggunakan dua bahasa. Hampir semua tidak ada orang yang menggunakan satu bahasa secara sempurna, lebih-lebih dengan menggunakan dua bahasa.

2. Alih Kode 

Alih kode didalam sosiolingusitik meruapak peristiwa pergantian bahasa yang digunakan dari bahasa satu ke bahasa lain atau berubahnya ragam resmi ke ragam santai atau juga ragam santai ke ragam resmi. Pergantiian dalam penggunaan bahasa dalam alih kode ini tidak hanya terjadi dalam jenis bahasanya saja, tetapi juga bisa terjadi pada ragam bahasanya.

3. Campur Kode

Peristiwa alih kode dan campur kode merupakan dua peristiwa yang umum pada masyarakat bilingual. Namun, pembiacraan alih kode pasti diiringi oleh campur kode. Alih kode dan campur kode, sering kali tidak bisa mudah untuk dibedakan. Jadi pada dasarnya alih kode dan campur kode merupakan dua peristiwa yang hampir sama, yaitu penggunaan dua tau lebih ahasa atau dengan varian dari sebuah bahasa dalam satu masyarakat tutur.  

4. Interferensi

Inteterferensi pertema kali digunakan oleh Weinreich (1953) untuk menyebut adanya peruabahan sistem suatu bahasa sehubungan dengan adanya persentuhan bahasa tersebut dengan unsu-unsur bahasa lain yang dilakukan oleh penutur yang bilingual.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline