Lihat ke Halaman Asli

rdsinta

Content writer

Wow Usianya Seabad? Observatium Bosscha Masih Terjaga

Diperbarui: 28 Januari 2023   02:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bangunn Bosscha, Bandung via detik.com

Tahun 2023 observatium astronomi modern pertama di Asia Tenggara yang dikenal dengan nama "Bosscha" genap berusia satu abad (100 tahun). Observatium ini dahulunya diresmikan pada tanggal 1 Januari 1923 dari gagasan Karel Albert Rudolf (KAR) Bosscha bersama Nedelandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV/ pehimpunan Astronomi Hindia Belanda). 

Dinamakan "Bosscha" karena sebagai penghargaan atas jasa K.A.R Bosscha dalam pembangunan observatium ini dimana Bosscha ini menjadi penyandang dana utama dan berjanji akan memberikan bantuan pembelian teropong bintang sehingga diabdikanlah namanya dalam obeservatium ini.

Observatium sendiri merupakan balai pengamatan khususnya untuk pengamatan langit serta peristiwa yang terkait dengan angkasa dengan menggunakan peralatan khusus. Observatium ini erat kaitannya dengan astronomi atau ilmu bintang yang mempelajari benda langit dan fenomena alam dari luar bumi.

Dalam obervatium ini terdapat lima teleskop aktif untuk penelitian astronomi yaitu teleskop refraktor Ganda Zeiss, teleskop Schmidt Bima Sakti, teleskop refraktor Bamberg, teleskop refraktor Cassegrain GOTO, dan teleskop refraktor Unitron. Dimana dari kelima teleskop yang ada ini masing-masing memiliki sasaran objek yang pengamatan yang berbeda-beda.

Bosscha juga digunakan sebagai fasilitas untuk penelitian oleh para astronom. Dengan fasilitas yang ada ditambah posisi yang menguntungkan dekat khatulistiwa membuat para astronom melakukan penelitian astronomi di observatium ini. 

Penelitian yang rutin dilakukan salah satunya penelitian bintang ganda visual dengan refraktor Ganda Zeiss sesuai dengan misi utama pembangunan observatium ini. 

Selain itu, apabila terdapat objek yang menarik,seperti terdapat komet yang  mendekati matahari, nova, atau peristiwa astronomi lainnya dilakukan pengamatan disini. Namun pada saat ini, kondisi disekitar Bosscha dianggap tidak layak untuk mengadakan pengamatan. 

Hal ini disebabkan karena perkembangan pemukiman, vila atau daerah pertanian yang bersifat komersial besar-besaran menyebabkan intensitas cahaya dari kawasan pemukian tersebut mengganggu dalam kegiatan peneropongan yang seharusnya membutuhkan intensitas cahaya lingkungan yang minimal.    

Saat ini observatium Bosscha telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan Cagar Budaya Nasional yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariswisata nomor KM 51/0T.007/MKP/2004 tentang penetapan Observatium Bosscha sebagai Bangunan Cagar Budaya. 

Ditetapkannya sebagai Cagar Budaya ini tidak hanya sebagai bentuk pengakuan terhadap pentingnya keberadaan fisik Observatium namun terdapat fungsi lain yaitu sebagai bentuk kemajuan ilmu pengetahuan yang wajib terus didukung dan dijaga mulai dari menjaga kondisi fisik bangunannya serta intrumen ilmiah agar terus dapat mendukung pekerjaan dan aktivitas ilmiah maupun non ilmiah di Observatium Bosscha sesuai dengan visi dan misinya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline