Lihat ke Halaman Asli

Sigit Eka Pribadi

TERVERIFIKASI

#Juara Best In Specific Interest Kompasiana Award 2023#Nominee Best In Specific Interest Kompasiana Award 2022#Kompasianer Terpopuler 2020#

Akutnya Sindrom "Ngeyelan" di Negeri +62, Makin Kompak Nglaster Bareng?

Diperbarui: 12 September 2020   16:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Gambar ketika Ganjar Pranowo mengingatkan protokol kesehatan pada masyarakat | Dokomen Humas Pemprov Jateng via Kompas.com

Sudah parah banget di negeri +62 ini, sindrom "ngeyelan" sudah makin akut dan abai pada protokol kesehatan, bahkan mengalahkan ganasnya pandemi corona!

Fenomena ngluster bareng corona juga makin menggejala, saling berkerumun bareng diberbagai tempat, masyarakat justru menjemput corona yang langsung kesenangan dapat mangsa, layaknya jailangkung saja jadinya corona ini.

Ya, sangat memprihatinkan banget, padahal ancaman pandemi corona ini amatlah berbahaya, tapi justru semakin banyak masyarakat yang ngeyelan mengabaikan protokol kesehatan.

Tak hanya masyarakat saja sih sebenarnya yang ngeyelan, ternyata para pemangku kepentingan di negeri ini, termasuk pemerintah sudah turut terjangkiti sindrom ngeyelan akut ini.

Malahnya terkesan memproduksi keputusan maupun kebijakan ngeyel di tengah makin ngeyelannya masyarakat di tengah pandemi corona.

Yang jelas, kengeyelan semacam ini, biasanya cuma bisa diingatkan ataupun disadarkan oleh satu hal yang membuatnya siuman, yaitu mengalami sendiri, dampak buruk dari ngeyelannya tersebut.

Masalahnya, jika kesadaran ini harus dialami terlebih dahulu dan kemudian baru menyesal kemudian, sementara penyebaran wabah virus corona berkembang begitu cepat akan menjadi bom waktu yang akan tetiba meledak seketika.

Ya bisa dilihat saja, saat PSBB dilonggarkan oleh pemerintah, lalu bikin kebijakan gas dan rem terkait kesehatan dan ekonomi, yang katanya sih antara ngegas dan ngeremnya harus seimbang dengan melihat kondisi di lapangan terkait pandemi corona ini.

Tapi apa yang terjadi, justru kesannya pemerintah ngegas terus disektor ekonomi, ketika kegawatan disektor kesehatan mulai timbul, malahnya nggak ngerem ngerem juga, malah makin ngeyel, ngebut terus, makin laju ngegas disektor ekonomi, bagai pembalab MotoGP.

Ngemeng ngemeng, eh ngomong ngomong soal pembalab MotoGP, jadi ingat bang Vinales deh jadinya, waktu bang Vin jungkir balik gegara ada masalah rem pada motornya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline