Lihat ke Halaman Asli

Seto Wicaksono

TERVERIFIKASI

Recruiter

Menyikapi Sedikit dan Kurangnya Lapangan Pekerjaan bagi Fresh Graduate

Diperbarui: 30 April 2019   11:28

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi mencari kerja di situs pencari kerja| Shutterstock

Beberapa waktu lalu, jagat internet termasuk kita semua, dihebohkan dengan pernyataan dari mahasiswa yang baru saja wisuda dan menuntut lapangan pekerjaan ke Pak Presiden.

Sempat bingung, kenapa dia berpikir demikian. Masih menyandang sebagai lulusan baru dan langsung berkata bahwa lapangan pekerjaan sulit, dan menyatakan akan termasuk jadi pengangguran terdidik bersamaan dengan wisudawan lainnya sekitar 1500 orang. Teman-temannya apa iya rela dikatakan seperti itu? Apa iya 1500 orang itu semuanya pesimis dalam mencari lowongan pekerjaan?

Pesimis kok ngajak temen.

Masnya, dibanding mengeluh, coba mulai melamar pekerjaan di posisi yang memang diminati, kalau belum rezeki, kurangi pola pikir idealis itu, lalu coba melamar pekerjaan yang memang bisa untuk semua jurusan. Saya cukup yakin, jika tidak ada masalah soal attitude selama kemampuan lain bisa diasah, pasti bisa dengan segera bekerja.

Toh, perlahan, sadar atau tidak, kita akan mencintai apa yang kita kerjakan, jika memang tidak bisa mengerjakan apa yang dicintai --anak sekarang biasa sebut hal ini dengan passion--.

Sudah berapa lamaran atau CV yang Mas kirimkan ke perusahaan? Posisi apa saja yang dilamar? Mas ini susah dapat kerjaan atau memang pilih-pilih dalam mencari pengalaman baru? Ga mau lembur? Ga mau kerja secara shifting? Maunya kerja enak dan dapat gaji besar? Bersedia engga jika bekerja dengan target?

Gini, Mas, sesama individu yang hidup di rezim yang selalu salah bagi sebagian orang era milenial ini, dari dulu hingga sekarang pun ga ada pekerjaan yang mudah, untuk mendapatkannya perlu usaha, sekarang, tinggal mau atau tidak melakukan usaha tersebut.

Banyak perusahaan outsourcing yang memang bertujuan membantu menyalurkan tenaga kerja ke mitra atau kliennya, sesuai dengan kebutuhan atau kualifikasi. Kalau memang dengan jalur mandiri (langsung melamar ke perusahaan tertuju) dirasa sulit, melamar kerja melalui jasa outsourcing mungkin bisa dilakukan. Kalau memang niat dan tujuan utamanya bekerja, engga perlu gengsi lah, walaupun kontraknya outsourcing.

Ilustrasi. (Dokumentasi pribadi)

Setidaknya ada proses menuju mendapatkan pekerjaan.

Untuk lulusan baru, saran saya, ada baiknya juga kuasai soft skill, salah satunya bagaimana berkomunikasi dengan baik, percaya diri ketika wawancara kerja. Bukan nothing to lose alias diterima syukur, engga ya udah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline