Lihat ke Halaman Asli

septiambar

Penulis, Penggiat Parenting dan Pekerja Sosial

Eksistensi Remaja dalam Kasus Kriminal

Diperbarui: 11 Maret 2020   14:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi pelecehan seksual. (sumber: Thinkstockphotos.com)

Belum sempat menghela nafas karena kabar kasus pembunuhan yang dilakukan seorang remaja di Jakarta, jagad sosmed kembali dihebohkan dengan beredarnya video pelecehan yang dilakukan kepada remaja. Ironisnya pelakunya pun remaja. 

Bahkan sebelum semua kasus besar ini terungkap, kejadian demi kejadian yang berkaitan dengan perilaku bullying juga tidak kalah heboh.

Saat ada anak yang dikabarkan merupakan ABK berjenis kelamin perempuan di-bully dikelas dengan sangat brutal oleh teman-temannya yang laki-laki. 

Kejadian tersebut yang pada akhirnya mendapat respon dari pimpinan daerah. Diberikan sanksi kepada seluruh civitas akademik sekolah tersebut. Mungkin saja jika kabar berita tersebut tidak ramai dan riuh di sosial media tidak akan terendus oleh masyarakat luas. 

Ditambah lagi dengan statmen sang kepala sekolah yang mengatakan bahwa perilaku anal-anak dalam video tersebut hanya iseng saja. Sontak hal tersebut membuat reaksi yang lebih dasyat dari warga masyarakat.

Hitungan hari masyarakat terkejut sekaligus terpukul, beredar kabar tentang kasus pembunuhan oleh remaja berusia 15 tahun dengan korban tetangga sendiri yang masih berumur 5 tahun. Sadis, Begitu komentar pertama saat membacanya. Yang membuat bergidik adalah pengakuan pelaku yang mengatakan bahwa tidak menyesal justru malah merasa puas. 

Sebagai orang awam tentu mengetahui hal tersebut langsung bisa menyimpulkan kalau pelaku adalah seorang psikopat. Setelah dilakukan investigasi pihak berwajib menemukan banyak bukti yang menggambarkan kondisi kejiwaan pelaku. Karya berupa gambar dan tulisan ditemukan.Coretan penuh dendam dan nestapa.

Selanjutnya video miris yang beredar, berisi tentang video pelecehan terhadap korban perempuan yang masih mengenakan baju seragam putih abu-abu. Dalam video tersebut terlihat pelaku lebih dari satu orang, pelaku laki-laki dan perempuan yamg juga masih ada yang memakai seragam.

Tak kalah sadis, korban yang diikat dan disumpal mulutnya dilecehkan dengan brutal. Seluruh bagian tubuhnya dieksploitasi oleh tangan-tangan pelaku. Kedua tangan korban dipegangi, sementara pelaku lainnya menggerayangi.

Ilustrasi kepedulian terhadap generasi berikutnya. (Dok. Pribadi)

Geram, marah dan terpukul. Bertubi-tubi mendapatkan kabar kasus yang melibatkan anak dan remaja semakin hari semakin meningkat. Bukan hanya angka data saja, tetapi motif dan kenekadan para pelaku juga makin beragam.

Lalu, apa sebenarnya yang terjadi dengan para remaja generasi sekarang ini? Kenapa mereka begitu mudah melakukan tindakan biadab diluar nalar anak seusia mereka.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline