Lihat ke Halaman Asli

Sebastian Edward De Millenio

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Peluang dan Tantangan Ekonomi Kreatif dalam Pembangunan Nasional

Diperbarui: 20 Desember 2020   18:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ekonomi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Caruizp

Ekonomi Kreatif adalah sebuah konsep ekonomi dimana kekayaan intelektual, kreativitas, ide, dan keahlian merupakan sumber utama yang digunkana sebagai penggerak roda perekonomian.  United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) mendefinisikan Ekonomi Kreatif sebagai konsep ekonomi yang menggunakan aset kreatif sehingga mampu mengghasilkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Dewasa ini konsep Ekonomi Kreatif telah di prioritaskan oleh pemerintah dan digadang-gadang akan menjadi tonggak perekonomian nasional menggantikan kosep ekonomi yang lama, hal ini tebukti dengan sektor-sektor dalam Ekonomi Kreatif yang sudah mencapai 16 sub sektor yaitu advertising; antiques; architecture; crafts; comp, service & software; design; fashion; interactive games; music; permormance art; publishing & printing; RnD; television & radio; dan video, film, photography. Dalam sepuluh tahun belakangan ini industri-industri kreatif di Indonesia meningkat pesat, pelaku-pelaku Ekonomi Kreatif semakin menunjukkan keahliannya dalam berbagai macam sektor, hal itu berlaku juga pada sektor pariwisata Indonesia yang semakin dilirik oleh wisatawan asing maupun oleh wisatawan lokal.

Hal ini tentu saja membawa angin segar bagi perekonomian nasional karena Ekonomi Kreatif berkontribusi besar dalam sektor ekonomi dengan menyumbang pendapatan domestik bruto (PDB), jumlah ekspor meningkat, membuka banyak lapangan usaha sehingga jumlah pengangguran menurun, dan berdampak pula bagi sektor lain, contohnya pada sektor sosial telihat dengan meningkatnya kualitas hidup masyarakat, pemerataan kesejahteraan ekonomi, dan meningkatnya toleransi sosial. Lalu berkontribusi dalam membangun citra dan identitas bangsa sehingga Indonesia baik pariwisata, budaya, kuliner, warisan dan nilai lokal semakin dikenal oleh turis asing. Kemudian berkontibusi dalam menciptakan sumber daya baru yang berbasis pengetahuan, dan terakhir berkontribusi dalam menumbuhkan inovasi dan kreativitas melalui ide dan gagasan serta penciptaan nilai.

Peluang dalam industri-industri kreatif saat ini berpotensi sangat besar, apalagi saat ini pemerintah juga berperan dalam mendukung pelaku-pelaku industri kreatif dalam membangun usahanya. Terbukti dengan upaya pemerintah yang tengah membentuk policy dan juga berupaya meningkatkan brainware sumber daya manusia Indonesia yang akan menjadi pelaku Ekonomi Kreatif, serta membuat kebijakan-kebijakan untuk melindungi industri kreatif dan kreatifitas. Bukti keseriusan pemerintah itu dapat terlihat dari perubahan oraganisasi yang tadinya  hanya pada tingkat Badan di struktur kepemerintahan, namun saat ini sudah menjadi tingkat kementrian yang diatur dalam peraturan presiden Nomor 69 Tahun 2012 menjadi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada masa Kabinet Indonesia Maju.

Meskipun konsep Ekonomi Kreatif membawa banyak keuntungan dan berpeluang besar, namun dalam kenyataanya di lapangan masih saja banyak kendala dan tantangan disana-sini yang menghambat jalannya konsep Ekonomi Kreatif. Tentu saja konsep Ekonomi Kreatif juga mempunyai kekurangan, antara lain keberadaan tenaga kerja yang masih belum rata dibeberapa sub sektor, sumber daya manusia kreatif Indonesia yang masih belum cukup berkompeten dalam bidangnya, kualitas sumber daya manusia kreatif Indonesia yang masih rendah, kecilnya tingkat kerajinan dan kedisiplinan tenaga kerja, waktu produksi lama sementara produk yang dihasilkan mahal, dan hal-hal lain yang berdampak pada nilai penjualan yang semakin rendah.

Dari uraian latar belakang tersebut, maka tim penulis akan menyusun artikel yang membahas mengenai peluang dan tantangan dari konsep Ekonomi Kreatif.

1. Peluang Ekonomi Kreatif dalam Pembangunan Nasional

Ekonomi kreatif merupakan suatu konsep ekonomi yang berkembang di era revolusi industri. Di Indonesia sendiri ekonomi kreatif mulai muncul sejak terjadinya krisis ekonomi di Indonesia. Krisis ekonomi ini menyebabkan semakin meningkatnya persaingan pasar, oleh karena itu agar dapat membidik pasar dalam negeri yang besar dibutuhkan kreasi barang yang unik dengan menggali potensi yang ada. Industri kreatif dalam ekonomi kreatif ini mengandalkan pada sumber daya insani seperti kreatifitas, keahlian, dan talenta sebagai modal utama. Ekonomi kreatif di Indonesia memiliki peluang yang besar yang arah pengembangannya terletak pada kekayaan kearifan lokal Indonesia. Pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia memiliki banyak peluang, yaitu sebagai berikut :

  • Budaya

Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan, perbedaan budaya yang dimiliki oleh seluruh provinsi yang ada di Indonesia memiliki kekhasan dan keunikan masing masing. Kekhasan dan keunikan tersebutlah yang menjadi keunggulan suatu produk untuk berasing. Keberagaman inilah yang menjadi peluang besar dalam pengembangan ekonomi kreatif.

  • Permintaan Pasar

Permintaan pasar merupakan jumlah barang yang diminta oleh konsumen. Permintaan pasar di Indonesia menjadi peluang dalam pengembangan ekonomi hal ini dikarenakan produk dalam negeri dari Indonesia memiliki banyak peminat di pasar luar negeri. Seperti contohnya yaitu tingginya minat orang China akan produk kerajinan mebel dari Indonesia.

  • Kreativitas

Sejak zaman dulu, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kreatif, hal ini dibuktikan keragaman budaya yang merupakan hasil cipta, karya dan karsa yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang bangsa Indonesia.

  • Infrastruktur

Infrastruktur yang dimiliki oleh daerah daerah di Indonesia belum merata, masih banyak daerah terpencil di Indonesia yang belum mendapatkan infrstruktur yang memadai. Oleh karena itu mengembangkan infrastruktur merupakan peluang dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pengembangan infrastruktur ke daerah terpencil di Indonesia mempermudah kita untuk menggali potensi yang ada di daerah tersebut dengan berdasarkan kearifan lokal dan kekhasan daerah tersebut.

  • Lembaga Pembiayaan
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline