Lihat ke Halaman Asli

Nur Annisa Hamid

blogger dan content creator

Saatnya Animasi Karya Anak Bangsa Berprestasi di Tingkat Global

Diperbarui: 22 November 2018   18:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri

Banyaknya film animasi yang diputar di bioskop dari berbagai rumah produksi ternama asal Amerika atau Inggris membuat masyarakat menggemari film animasi dari anak-anak sampai dewasa. Industri film animasi kini berkembang pesat dan menciptakan lapangan pekerjaan baru yang menarik bagi generasi muda.

Di antara beberapa film animasi yang digemari banyak orang termasuk saya terdapat karya anak Indonesia yang patut dibanggakan karena terlibat dalam pembuatan film seperti Upin Ipin, Transformer, Kungfu Panda, Shrek dan lain-lain. Bahkan sutradara Despicable Me merupakan keturunan Indonesia yang menyelipkan beberapa kata dalam film seperti terima kasih yang diucapkan oleh minions.

Besarnya peluang industri kreatif yang menjadi penggerak ekonomi nasional membuat pemerintah menyadari pentingnya skill dan keahlian animator yang mumpuni agar terserap dengan baik dalam industri. 

Besarnya kebutuhan sumber daya manusia untuk industri kreatif mendorong Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi memberikan pelatihan animator film antara lain 3D Modelling, 3D Animate, 3D Rigging, Editing & VFX, Storyboarding, Character Design, dan Teaching Factory.

dokpri

Pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah melalui Kementrian Tenaga Kerja untuk meningkatkan skill dan kemampuan animator agar dapat bekerja di studio atau perusahaan yang terlibat dalam pembuatan film animasi.

dokpri

Selain memberikan pelatihan BBPLK dan Kementrian Tenaga Kerja juga meresmikan Creative Room pada tanggal 16 November 2018 di kantor BBPLK Bekasi. Creative Room memiliki luas 303 meter persegi yang terdiri dari beberapa ruangan.

dokpri

Ruang Teater adalah ruang ditampilkannya pertunjukkan film hasil karya siswa animasi. Ruang Motion Capture adalah Ruang untuk proses merekam digital dari garak gerik actor yang sudah diberi sensor pada tiap titik acuan yang diinfomasikan ke sebuah system computer khusus menjadi suatu animasi karakter. 

Ruang Dubbing & Editing adalah ruang untuk melakukan proses mengisi suara pada suatu tayanngan video dalam sebuah film dengan karakter suara tertentu dan juga ruang untuk melakukan proses editing. Ruang Produksi adalah ruang untuk membuat produksi film animasi. Ruang Bermain dan pantry

Creative Room memiliki beberapa fungsi antara lain memproduksi film animasi, menuangkan imajinasi-imajinasi yang kreatif dan inovatif, melaksanakan pelatihan dalam situasi yang lebih menyenangkan dan nyaman, dan  mengekspresikan ide-ide untuk membuat karya animasi yang dapat dipublikasikan dan bernilai jual.

dokpri

Dalam sambutannya saat meresmikan Creative Room, Menteri Tenaga Kerja Bapak Hanif Dhakiri mengatakan saat ini industri sudah memasuki era 4.0 dimana Teknologi Informasi menjadi basis atau penggerak utama dalam sistem operasional. Sistem yang terkomputerisasi bahwa pekerjaan dapat dilakukan lebih baik dari manusia mulai dari industri manufaktur hingga pariwisata.

Melihat kondisi perubahan tersebut, konsekuensinya tuntutan kompetensi tenaga kerja masa depan, sangat jauh berbeda. Maka untuk menjawab dunia kerja masa depan, pada dasarnya diperlukan "transformasi skill" dari yang mekanik ke komputerisasi atau bahkan  langsung ke AI.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline