Lihat ke Halaman Asli

Sarah Rizkyana Salsabila Putri

Mahasiswa Televisi dan Film Universitas Padjadjaran

Bingung Ngapain Aja Pas Gap Year? Ini Dia Tips Memanfaatkan Waktu Gap Year dengan Maksimal

Diperbarui: 2 Januari 2024   20:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Setelah lulus Sekolah Menengah Atas pasti banyak dari kita yang memasuki momen kritis dalam hidup, apakah kita akan melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi atau tidak? Tentunya bagi mereka yang sudah memiliki tujuan pasti tidak akan bingung setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas. 

Namun pasti ada yang bingung dengan apa yang dilakukan selanjutnya. Mengambil satu tahun waktu rehat sejenak atau yang sering disebut Gap Year bukan pilihan yang buruk. Tapi di Indonesia sendiri Gapyear masih dipandang sebelah mata, padahal dalam waktu Gap Year itu banyak sekali hal yang bisa dilakukan.

Gap year, sebuah istilah yang mungkin terdengar biasa, namun menyimpan potensi luar biasa dalam membentuk pribadi dan merangkai pengalaman hidup yang tak terlupakan. Mungkin waktu ini bisa dipakai untuk menjelajahi dunia, mengasah keterampilan, atau bahkan merenung lebih dalam tentang arah hidup yang ingin kamu ambil.

Tak menutup kemungkinan kita akan merasa bosan ketika mengambil waktu Gap Year. Kita pasti akan merasa lingung untuk melakukan hal apa saja dalam rentan waktu tersebut, ditambah teman -- teman kita yang mulai sibuk dengan urusannya masing -- masing sedangkan kita sendiri bingung untuk melakukan hal apa saja. Ini dia beberapa tips untuk memanfaatkan waktu Gap Year dengan maksimal.


  1. Mengikuti Kursus untuk Perguruan Tinggi

Bagi kalian yang mengambil waktu Gap Year karena belum mendapatkan kesempatan melanjutkan masa studi ke Perguruan Tinggi, bisa memanfaatkan waktu ini untuk mempersiapkan diri dengan mengikuti kursus persiapan untuk memasuki Perguruan Tinggi.

  1. Volunteer atau Kegiatan Sosial

Mengikuti kegiatan sosial atau menjadi relawan selama gap year tidak hanya memberikan kontribusi positif kepada orang lain, tetapi juga dapat menjadi cara yang luar biasa untuk mengembangkan keterampilan, memperluas wawasan, dan membentuk pemahaman yang lebih baik tentang dunia.

  1. Solo Travelling

Solo travelling selama gap year dapat menjadi pengalaman yang mengubah hidup, memungkinkan Anda untuk mengembangkan kemandirian, meningkatkan keterampilan sosial, dan mengeksplorasi dunia dengan perspektif yang unik. Selain itu kita dengan Solo Travelling ini dapat memperluas wawasan dan budaya dengan mengeksplore dunia baru. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline