Lihat ke Halaman Asli

Pemblokiran KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi, Salah Siapa?

Diperbarui: 23 Juni 2015   23:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Transportasi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Wirestock

Saya sedikit terkejut mendengar berita "pemblokiran" KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi. Mungkin, ini menjadi suatu puncak amarah para "roker" (istilah singkatan untuk rombongan kereta) dari keterlambatan KRL relasi Bekasi - Jakarta Kota yang makin sering terjadi akhir-akhir ini. Namun yang menjadi masalah dari tindakan tersebut adalah terlambatnya sejumlah jadwal perjalanan kereta, termasuk perjalanan kereta jarak jauh, yang melewati Stasiun Bekasi. Hal ini pun menyebabkan kerugian waktu yang besar, baik para penumpang KRL Commuter Line relasi Bekasi - Jakarta Kota, ataupun para penumpang kereta jarak jauh.

Hal ini sedikit menggelitik benak saya. Sebenarnya, siapa yang harusnya bertanggung jawab atas kejadian ini? Itulah yang menjadi pertanyaan saya sejak tadi. Melihat sejumlah berita yang ada di media elektronik, kejadian tersebut bermula sejak sekitar pukul 07.45 WIB. Diawali oleh penyanderaan kereta Argo Dwipangga, kejadian ini pun terus berlangsung. Kejadian ini baru berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasarkan analisis runtutan kejadian tersebut dan sejumlah latar belakang yang sangat panjang di dalamnya, saya menyimpulkan sejumlah hal yang patut dipertimbangkan dalam menentukan siapa yang patut bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Sering Terlambatnya Jadwal KRL Commuter Line Bekasi - Jakarta Kota

Sebagai salah seorang pengguna layanan jasa KRL Commuter Line Bekasi- Jakarta Kota, saya juga turut merasakan apa yang dirasakan oleh para pemblokir tersebut. Jalur KRL Bekasi - Jakarta Kota memang bertindihan dengan jalur kereta jarak jauh yang mengarah ke Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, ataupun Jawa Timur. Hal ini menyebabkan kereta Commuter Line harus "menepi" ketika hendak didahului oleh kereta jarak jauh. Hal ini seringkali mengakibatkan keterlambatan jadwal kedatangan kereta di setiap stasiun yang dilalui oleh relasi kereta ini.

Namun, saya juga melihat bahwa hal tersebut bukan faktor tunggal semata. Sikap para "roker" yang memaksa masuk ke dalam kereta yang sudah penuh juga menjadi penyebab keterlambatan kedatangan kereta. KRL tidak dapat dijalankan ketika pintu tidak tertutup sempurna. Ketika kedua hal ini digabungkan, maka yang terjadi ialah keterlambatan kereta yang diakibatkan oleh tidak tertutupnya pintu akibat overloading capacity. Tak jarang, hal ini mengakibatkan keterlambatan hingga lebih dari 5 menit di setiap stasiun yang menjadi pusat dari berkumpulnya para penumpang.

Buruknya Pelayanan dan Fasilitas Kereta

Layaknya sebuah mobil bekas, kereta bekas pun juga mudah rusak dan membutuhkan pelayanan lebih. Hal inilah yang sering terjadi di relasi KRL Commuter Line Bekasi - Jakarta Kota dan sejumlah relasi lainnya. Mulai dari AC yang tidak dingin, pintu yang tiba-tiba tidak dapat tertutup, hingga sistem pengereman ataupun kerusakan komponen lain hingga kereta tersebut tidak dapat berjalan tak jarang membuat para penumpang kesal akibat pembatalan jadwal karena hal-hal tersebut. Tak jarang, pengumuman permintaan maaf di pengeras suara stasiun ataupun akun twitter Commuter Line terdengar dan terlihat.

Walaupun diakibatkan oleh kurangnya perawatan ataupun usia kereta yang sudah uzur, ternyata hal tersebut juga diakibatkan oleh kebiasaan para penumpang yang mengganjal pintu ketika pintu tersebut ingin ditutup. Hal ini dilakukan untuk memperbolehkan penumpang lain masuk ataupun karena gerbong sudah tidak muat. Layaknya kendaraan umum lainnya, overloading capacity membuat sejumlah komponen kereta yang sudah tua menjadi cepat aus dan rusak.

Race with Another Train

Tak jarang, kereta KRL Commuter Line harus "berbalapan" dengan kereta jarak jauh ketika jadwal mereka bertabrakan satu dengan yang lain. Kadang, hal ini juga disebabkan oleh kerusakan "meja pelayanan" di salah satu stasiun yang membuat jadwal perjalanan kereta menjadi berantakan, ataupun penyebab-penyebab lainnya. Hal ini menyebabkan kita kadang mendengar pengumuman dari kabin masinis yang menyuarakan bahwa kereta sedang disusul oleh kereta lain, ataupun pengumuman yang menyarankan agar penumpang masuk lebih cepat supaya kereta  "tidak ditahan" di stasiun berikutnya.

Secara khusus, hal ini memang disebabkan oleh buruknya sistem pengelolaan perjalanan kereta. Tapi, tak jarang hal ini disebabkan oleh perilaku para penumpang yang memaksa masuk ketika kereta hendak berangkat. Walaupun hanya berdampak sedikit, namun hal ini sering membuat pintu kereta harus terbuka kembali dan membutuhkan waktu lama untuk menutupnya kembali. Pintu yang terbuka juga bukan hanya satu pintu, melainkan seluruh pintu dalam rangkaian kereta tersebut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline