Lihat ke Halaman Asli

Vaya Luthfi Salsabila

medical student

Keputihan dalam Pandangan Islam

Diperbarui: 24 Oktober 2021   18:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: Instagram/fuldfk_ind

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, seluas dan se-Agung kemuliaan Dzat-Nya. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam beserta ahlul baitnya, para sahabat, dan para mutabi’nya yang iltijam dalam dienul haq. 

Wanita adalah makhluk yang sangat dimuliakan lagi ditinggikan kedudukannya di sisi Allah Ta’ala hingga hal-hal besar yang kita jumpai di dalam agama ini selalu dikaitkan dengan keberadaanya. Allah Ta’ala juga telah meberikan surat cinta-Nya khusus untuk wanita yaitu surat An-Nisa. 

Maka alangkah eloknya apabila wanita tahu begitu besar perannya dan menjaga dengan sebaik-baiknya kemuliaan yang ditahtakan terhadapnya. Wanita adalah penentu peradaban, di dalam rahimnya tertanam amanah yang begitu besar dan mulia. 

Oleh karena itu disamping kewajiban utama yakni menghamba kepada-Nya, wanita juga harus menjaga kesehatan reproduksinya agar mendapatkan generasi yang unggul, sehat, berintelektual. 

Salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang tidak boleh dipandang sebelah mata yakni keputihan pada wanita. sebagian besar wanita pernah mengalami keputihan. Pada umumnya, orang menganggap keputihan pada wanita adalah normal dan wajar. 

Pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar oleh karena keputihan bukan satu diagnosis penyakit, melainkan manifestasi dari hampir semua penyakit kandungan. 

Oleh karena itu seorang wanita Muslimah hendaknya memahami dengan baik dan benar perihal gangguan kesehatan reproduksi melalui ilmu kesehatan serta bagaimana cara memperlakukannya sesuai dengan hukum syariat Islam yang agung.

1. Definisi keputihan (fluor albus)

Menurut ilmu kedokteran, keputihan disebut dengan istilah fluor albus/leukorea/white discharge. Fluor albus atau leukorea merupakan pengeluaran sekret pervagina berupa cairan putih kekuningan atau putih kelabu dan bukan darah. Fluor albus merupakan manifestasi adanya gangguan pada alat genitalia yang sering dialami oleh wanita. 

Perlu digaris bawahi bahwa keputihan bukan merupakan diagnosis penyakit tersendiri, melainkan manifestasi gejala dari hampir semua penyakit kandungan. 

Keputihan terjadi secara fisiologis dan patologis. Secara normal, wanita dapat mengalami keputihan. Keputihan normal (fisiologis) yakni sekret yang keluar menjelang maupun setelah fase menstruasi, dan juga yang keluar pada fase ovulasi. Namun perlu diwaspadai bahwa keputihan juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan jamur (Trijtraresmi, 2010). 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline