Lihat ke Halaman Asli

Safia Aqsa

Mahasiswa

Tips Mengurangi Rasa Bosan Anak Selama Pandemi

Diperbarui: 12 Agustus 2020   14:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hobi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembina yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Hafied Cangara mendefinisikan Komunikasi Intrapersonal sebagai proses komunikasi yang terjadi didalam diri individu, atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri. Terjadinya proses komunikasi disini karena adanya seseorang yang memberi arti terhadap suatu objek yang diamatinya atau terbetik dalam pikirannya. Objek dalam hal ini bisa saja dalam bentuk benda,kejadian alam, peristiwa, pengalaman, fakta yang mengandung arti bagi manusia, baik yang terjadi di luar maupun di dalam diri seseorang.

Masa pandemi menjadi masa yang sulit bagi semua kalangan. Virus Covid-19 menjadi momok yang menakutkan termasuk bagi parents yang memiliki anak-anak yang masih berusia dini. Bagaimana tidak, jika setiap hari jumlah pasien yang terpapar virus ini kian melonjak. Tentunya menambah kekhawatiran para parents di rumah pada era New Normal ini, bukan?

Pada masa pandemi ini banyak aktivitas yang terhalang oleh virus Covid-19 yang sangat membahayakan dan berdampak merugikan bagi banyak pihak mulai dari anak sekolah hingga para orang tua yang berkerja. Virus yang berbahaya ini dapat menular kepada siapa saja tidak memandang usia dan profesi. Ada beberapa upaya untuk mencegah penularan virus ini : setiap orang wajib mencuci tangan, menggunakan masker jika keluar rumah dan menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain.

Untuk lansia, ibu hamil dan anak usia dini yang sangat rentan terhadap virus pun menjadi perhatian pemerintah. Sehingga, pemerintah menggalakkan slogan ‘Stay at Home’ untuk mengurangi penyebaran virus ini terutama terhadap lansia, ibu hamil dan anak-anak. Bahkan Kemendikbud menganjurkan sekolah dari rumah menggunakan sistem daring (online).

Banyak anak yang kehilangan kesempatan menghabiskan waktu bermain bersama teman, waktu bermain di luar atau bahkan waktu liburan keluar rumah saat weekend tiba. Kini, anak terpaksa harus melakukan segala hal dari dalam rumah. Sekolah daring (dalam jaringan) dari rumah, bermain di dalam rumah serta hampir semua kegiatan dilakukan di rumah demi terhindar dari virus yang kian marak di masyarakat. Sehingga anak-anak terkendala untuk menyalurkan keinginannya bermain di luar seperti biasanya. Walaupun kini sudah memasuki masa New Normal, tetap saja kita sebagai parents harus waspada akan keselamatan anak dengan menghindari tempat-tempat keramaian.

Nah, untuk mengurangi tingkat stres dan rasa bosan parents dan anak selama masa pandemi, terdapat beragam kegiatan luar ruangan yang dapat dilakukan tanpa harus pergi ke tempat umum yang dapat memicu keramaian.

1. Berkebun

Tentunya bagi parents yang memiliki halaman rumah atau lahan kosong yang cukup luas hal tersebut dapat menjadi nilai plus.  Tapi, bagi parents di rumah yang tidak memiliki halaman yang cukup luas jangan bersedih, kita dapat mengajarkan anak media tanam selain menggunakan tanah, misalnya hidroponik. Kegiatan ini selain dapat membangun kedekatan antara parents dan anak, juga dapat menjadi pembelajaran untuk anak dengan mengenalkan berbagai jenis tanaman seperti sayur, buah serta bunga.

Parents dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal dan intrapersonal pada anak, dengan kegiatan ini kita dapat mengajak anak untuk melakukan kegiatan belajar yang menyenangkan di halaman rumah, kita juga dapat memberikan informasi kepada anak tentang jenis tanaman yang akan ditanam.  Contohnya menanam sayuran, parents dapat bertanya kepada anak jenis sayuran apa yang akan mereka tanam.

Lalu, kita mengajarkan anak bagaimana cara menanam yang baik dan benar, cara merawat dan menjaga tanaman, manfaat pada tanaman serta tujuan kita menanam tanaman tersebut agar anak semakin bersemangat melakukan kegiatan tersebut. Hal ini juga dapat mengedukasi anak untuk menyukai  sayuran dan buah-buahan yang telah mereka tanam sendiri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline