Lihat ke Halaman Asli

Ryo Kusumo

TERVERIFIKASI

Profil Saya

Sudah Layakkah Lion Air Dicabut Izin Terbangnya?

Diperbarui: 3 November 2018   13:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

thejakartapost.com

Pukul 19:00 WITA, saya masih bergumul di selasar Bandara Sepinggan, Balikpapan. Bandara yang megah itu menjadi teramat membosankan bagi saya, total sudah hampir 5 jam saya menunggu pesawat Lion Air yang akan membawa saya kembali ke Jakarta. 

Tak terhitung makian, cacian dan gebrakan meja dari para penumpang selama 5 jam itu dan lagi-lagi, pihak Lion tampil seperti biasa: Tak ada kejelasan.

Saya memilih menghindari makian tersebut, karena bagi saya, menunggu 5 jam adalah jalan Tuhan agar saya bisa memanfaatkan me-time saya yang hilang. Saya bisa pijat refleksi, ngeblog, menikmati kopi sampai kembung atau sekedar sholat dan bertaubat. Sungguh manfaat yang hakiki.

Namun tidak semua orang bisa mengambil hikmah seperti itu, mayoritas tampil sebagai jagoan dadakan atas nama kepentingan publik. Tidak salah, karena secara de facto, Lion memang mengecewakan.

Apakah kita masih percaya dengan Lion Air?

Pertanyaan itu selalu muncul dari waktu ke waktu, entah dari rekan ataupun dari media. Jawabannya selalu satu "ya mau gimana lagi, lha wong yang ADA cuma Lion".

ADA dalam arti Lion selalu terdepan dalam soal ketersediaan pesawat. Jika kita buka aplikasi transportasi, armada Lion nyaris selalu hadir di setiap jam, bahkan untuk penerbangan dengan skema transit sekalipun. Bahkan saya pernah melihat Lion hanya jeda tidak sampai satu jam dalam rute yang sama.

Begitu banyaknya armada pesawat Lion. Tercatat 191 pesawat dalam kategori beroperasi. Pesawat yang beroperasi dengan rincian 47 pesawat Airbus dan 150 pesawat Boeing, dengan terbanyak adalah Boeing seri 737-900ER sebanyak 101 unit, sedangkan Boeing 737 Max 8 dimiliki Lion Air sebanyak 11 unit, tersisa 10 unit karena 1 unit pesawat telah jatuh di Teluk Karawang minggu lalu. Sisanya adalah 80 unit seri B 737-800, 4 unit seri B 737 Max 9 dan 1 unit seri B 737 Max 10.

Jumlah pesawat Lion untuk penerbangan domestik adalah yang terbanyak di Indonesia. Plus Wings Air dan Batik Air, Lion menguasai lebih dari 42% pasar penerbangan domestik di Indonesia, disusul Garuda Indonesia.

Dengan lebih 700 jadwal penerbangan yang dilayani Lion dalam satu hari pertanyaan lain muncul, apakah jumlah penerbangan terpenuhi oleh jumlah armada Lion? 

Jumlah armada memang besar, tapi jadwal penerbangan pun jauh lebih banyak. Otomatis satu pesawat bisa terbang berkali-kali dalam satu hari. Kita bicara frekuensi, bukan durasi. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline