Lihat ke Halaman Asli

Rudy W

dibuang sayang

Luhut Pandjaitan Menjadi Utusan Jokowi

Diperbarui: 21 April 2019   10:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

medan.tribunnews.com

Dalam wawancara khusus antara Presiden Jokowi dengan Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo di Istana Negara, Rabu (17/4/2019) Bapak Jokowi mengatakan akan mengirim seseorang utusan guna menemui lawan politiknya Prabowo Subianto.

Bapak Jokowi juga mengatakan pertemuan dengan utusannya tidak harus menunggu resmi perhitungan suara dari KPU. Hal tersebut harus dilakukan secepatnya agar rakyat tidak melihat petingginya saling panas hati atau bermusuhan satu sama lain. Sehingga masalah yang ada dapat didamaikan.

Untuk itu, kubu Jokowi telah memilih Luhut Binsar Pandjaitan sebagai perantara yang direncanakan bertemu dengan Prabowo Minggu ini (21/4/2019). 

Luhut Binsar Pandjaitan yang terpilih saat ini menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman. Luhut dipilih karena kedekatannya dengan Prabowo. 

Luhut pernah satu kompi dan pernah juga menjadi atasan Pak Prabowo di TNI.

Dengan kebersamaan sebagai TNI, diharapkan hasil pemilu ini dapat diterima dan diperoleh kesepahaman.

Hashim Djojohadikusumo, sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, adik Prabowo, juga Direktur Komunikasi BPN mengatakan bahwa kakaknya akan menerima kedatangan Luhut sebagai utusan Jokowi.

Pertemuan Luhut dan Prabowo direncanakan pada Minggu (21/4/2019) di rumah kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta. "Tapi waktunya belum jelas," ujar Hashim.

Sementara itu juru bicara BPN Danhil A Simanjuntak mengakui adanya rencana pertemuan Luhut dengan Prabowo. Namun selanjutnya, Danhil menambahkan belum ada kepastian karena Bapak Prabowo sedang sibuk memusatkan perhatian pada data C1. 

Danhil mengatakan belum ada keputusan sampai malam ini (Sabtu,20/4/2019) WIB.

"Kedekatan Luhut dengan Prabowo, bisa menghasilkan pembicaraan yang lebih personal," kata Aditya Perdana, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Sabtu malam (30/4/2019) WIB.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline