Lihat ke Halaman Asli

Ronny Rachman Noor

TERVERIFIKASI

Geneticist

Sisi Kemanusiaan Cat Lovers Kang Iyep di Tengah Wabah Virus Korona

Diperbarui: 30 Maret 2020   07:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kang Iyep Komala. Foto: Dok Pri

Kampus Institut Pertanian Bogor memang sudah resmi ditutup sementara sejak beberapa minggu lalu untuk kegiatan akademik dan kegiatan lainnya kecuali untuk kegiatan penelitian yang sedang berlangsung

Memasuki kampus memang memerlukan  persyaratan dan ijin khusus, sehingga hanya anggota civitas akademika tertentu saja yang diperbolehkan memasuki kampus.

Tutupnya kampus tentu saja diikuti oleh tutupnya berbagai kantin  yang biasanya sangat ramai dikunjungi mahasiswa, dosen dan staf pegawai.

Tidak banyak yang jeli memang mengamati bahwa tutupnya kantin ini menimbulkan dilema dan permasalahan tersendiri pada kucing kucing tidak bertuan yang biasanya berkeliaran di kampus.  

Biasanya kucing kucing yang tersebar di berbagai wilayah kampus ini mendapatkan makanannya dari sisa sisa makanan dari kantin, sehingga mereka dapat hidup dan berkembang biak dengan baik di kampus.

Tempat penampungan sampah pun kini di kampus sudah lama kosong, sehingga kucing kucing inipun tidak dapat lagi mencari makanannya di tempat tempat yang biasa mendapatnyaknya.

Bagi seorang cat lover rupanya Kang Iyep dengan nama lengkap Iyep Komala ini tergugah hatinya melihat dampak virus korona ini pada penutupan kampus yang berakibat sebagian besar kucing kucing ini kelaparan dan kekurangan suplai pakan nya.

Banyak diantara kucing kucing ini kelaparan dan kurus dan juga ada yang  sedang memiliki anak dan sedang menyusui.  Kondisi seperti ini tentunya akan mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhan induk dan anak kucing ini.

Menyayangi induk dan anak kucing. Foto: Dok Pri

Kang Iyep yang berprofesi sebagai dosen ini memang sedang menyelesaikan penelitiannya di laboratorium, sehingga secara regular dengan mematuhi semua peryaratan khusus yang diperlukan dapat masuk ke kampus mengerjakan penelitiannya.

Tidak ada yang tau pasti  berapa  banyak populasi kucing tidak bertuan ini di kampus IPB, namun tampaknya di setiap unit kerja ada populasi ada beberapa keluarga kucing yang hidup di sana.

Tugas kemanusiaan menangani kucing kucing yang kelaparan ini memang tidak mudah karena memerlukan komitmen,  waktu dan biaya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline