Lihat ke Halaman Asli

Roselina Tjiptadinata

TERVERIFIKASI

Bendahara Yayasan Waskita Reiki Pusat Penyembuhan Alami

Menempatkan Diri di Tengah Perbedaan

Diperbarui: 20 Juni 2022   07:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto bersama admin Kompasiana | dok pribadi

Seni kehidupan yang tidak diajarkan disekolah.

Kita hidup di dunia yang dihuni oleh beragam suku bangsa . Bahkan negeri kita dihuni oleh puluhan suku yang berbeda .Setiap daerah memiliki bahasa daerah dan  budaya yang berbeda. Bahkan Dikampung halaman saya, dalam satu daerah Sumatra Barat terdapat dialek yang berbeda .

Berapa jumlah suku bangsa dunia ini rasanya tidak ada yang tahu persis.

Sebagai contoh, di Australia saja terdapat puluhan suku bangsa yang berbeda beda Setiap negara  terdiri dari ratusan suku bangsa di dunia ini yang memiliki keunikan masing masing. Karena itu untuk bisa hidup berdampingan antara satu suku dengan suku yang lain perlu sekali saling memahami bahwa perbedaan bukanlah halangan untuk hidup yang damai. Bahwa setiap orang berhak berbeda dengan diri kita, merupakan prinsip dasar untuk dapat hidup berdampingan secara damai.

Hal ini bukan hanya terjadi di Australia, tetapi disetiap negara di dunia.  Inggris dengan berbagai suku bangsa yang hidup disana, Italia juga dengan aneka ragam suku bangsa yang mendiaminya dan seterusnya . Bila prinsip hidup berdampingan ini dilanggar , maka terjadi lah kerusuhan dalam suatu negara. 

Menempatkan diri dalam keberagam perbedaan

Untuk dapat hidup berdampingan, kita harus mau menempatkan diri secara arif dalam berbagai perbedaan. Misalnya perbedaan adat istiadat,perbedaan agama dan juga perbedaan dalam bertegur sapa.

Hal ini juga berlaku dalam kehidupan pribadi kita dalam menjalani hidup berinteraksi dengan lingkungan dimana kita berada. Untuk tidak menempatkan diri sebagai orang yang paling hebat. Sebagai contoh, bila kita diundang dalam suatu acara janganlah kita selalu menarik perhatian dengan memonopoli pembicaraan.

Begitu juga bila kita berkumpul dengan teman teman  Mungkin diantaranya ada yang segenerasi kita,ada yang sebaya anak kita bahkan mungkin ada yang seusia cucu kita . Dalam hal ini,  janganlah kita mengambil posisi sebagai tokoh utama yang harus menjadi pusat perhatian. Hindari mengambil alih panggung yang seharusnya menjadi hak orang lain.

Berbeda bila kita yang mengundang maka kita boleh mengambil posisi sebagai pembicara utama dan pusat perhatian yang hadir. Hal  yang tampak sepele tapi menjadi penentu kedamaian hidup kita.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline