Lihat ke Halaman Asli

Roselina Tjiptadinata

TERVERIFIKASI

Bendahara Yayasan Waskita Reiki Pusat Penyembuhan Alami

Menuai Apa yang Kami Tabur (Seri 133)

Diperbarui: 23 Juli 2021   07:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berbelanja ditoko roti(dok pribadi)

Memetik pelajaran berharga 

Sebuah pelajaran berharga tidak harus berasal dari peristiwa besar  . Bisa jadi dari hal kecil dan tampak sepele  .Suatu hari sekitar jam 5.00 sore, kami baru pulang mengantar  cucu kami ke tempat  latihan Gymnastic . Sebelum sampai rumah kami melewati mall dan singgah disalah satu toko roti. Karena sudah lama juga kami tidak makan roti.

mall dimana ada toko roti (dok pribadi)

Rencana mau membeli roti kismis. Setibanya disana ,saya ambil satu batang roti kismis dan saya minta salah seorang karyawannya  ,yakni seorang  remaja putri belasan tahun untuk memotong roti tersebut. Disini rata rata yang bekerja di toko roti adalah para Pelajar . Mereka resmi diizinkan bekerja maksimal 20 jam seminggu.  Cucu cucu kami juga semuanya bekerja. Hal ini untuk mempersiapkan mereka agar mampu hidup mandiri dan kelak bila sudah lulus ,menjadi sarjana siap pakai 

Tidak mau menerima uang 

Setelah siap dipotong dan dibungkus rapi remaja puteri  ini mengembalikan roti pada saya  Lalu saya memberi uang 10 dolar untuk membayar roti tersebut .Tapi ternyata  gadis ini  tidak mau menerima uang saya Ia tersenyum sambil berkata:"It's free .nothing to pay." 

"Are you sure?" kata suami . Dan dengan wajah meyakinkan gadis ini menggangguk dan berkata:" Sure "

Menurutnya  kalau kas sudah tutup berarti toko sudah tutup Tidak boleh lagi ada penjualan  .Semua sisa roti akan diberikan kepada siapa yang mau atau diantarkan ke second hand shop secara gratis. Rasanya aneh mendengarkan penjelasan ini ,tapi katanya ini memang aturan .

Roti yang diberikan di Ops shop (dok pribadi)

Sementara itu sepasang suami isteri yang berdiri disamping saya juga ingin membeli roti,suaminya  membatalkan niat mereka.Si isteri bertanya pada  suaminya kenapa  tidak jadi beli roti ?Kata suaminya :"Kita  punya uang cukup untuk membeli  kenapa harus menerima yang gratis? Biarlah orang yang membutuhkan dan tak punya uang mengambil roti tersebut.Rupanya dia mendengar kata pelayan kepada kami .

Ternyata mereka punya prinsip hidup yang berbeda dengan kita. Yakni  :"Kalau bisa beli kenapa mau yang gratis? Biarkan orang yang lebih membutuhkan yang mengambil" 

Renungan 

Kami kembali kerumah sambil merenungkan percakapan antara suami isteri tadi yang kebetulan kami dengar Benar juga kalau kita bisa beli kenapa mesti ambil yang gratis? 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline