Lihat ke Halaman Asli

Ini Penyebab Amerika Tidak Berani Gegabah Menyerang Korea Utara

Diperbarui: 17 Juli 2017   12:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kim Jong-Un dan tentaranya.

Amerika dianggap menjalani dua perang selama di Korea sejak tahun 1950 hingga 1953. Melawan Korea Utara dan tentara komunis China.

Bevin Alexander, sejarawan dan penulis militer berkebangsaan Amerika yang terkenal lewat bukunya: "Korea, The first war we lost" (Perang Korea, Pertama kali kami kalah), pernah menceritakan secara detil pengalamannya saat menjadi tentara pada Perang Korea di tahun 1950. Alexander menjabat sebagai perwira dari kesatuan Detasemen Khusus ke 5 armada Amerika pada saat itu.

Korea, The First War We Lost (Bevin Alexander).

Bukunya sangat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi dalam perang yang melibatkan puluhan negara termasuk China dan Uni Soviet di era perang dingin.

Situasi dua Korea akhir-akhir ini kembali  memanas mirip sebelum Perang Korea 1950. Korea Utara mengancam akan melakukan pembantaian ribuan tentara Amerika Serikat yang ditempatkan di Korea Selatan jika Presiden Amerika, Donald Trump "memulai konfrontasi militer yang sembrono".

Berikut adalah penyebab mengapa Amerika "kurang berani" untuk langsung menginvasi Korut.

Amerika Pernah Dipukul Mundur Saat Perang Korea 1950

Perang Korea 1950-1953.

Perang Korea dimulai pada 25 Juni 1950 ketika Korea Utara menyerang Korea Selatan. Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dimotori Amerika Serikat dengan ambisi imperialismenya datang membantu Korea Selatan.

Sementara China datang mempertahankan Korea Utara dari serbuan Amerika, Uni Soviet pun turut memberi bantuan kepada Korut berupa pasukan dan peralatan perang.

Perang Korea benar-benar menghancurkan Korea Utara kala itu. Hal ini adalah alasan utama mengapa kebencian Korut terhadap Amerika masih terus ada hingga sekarang.

Tentara Amerika di sepanjang sungai Naktong.

Pada bulan pertama perang, tentara-tentara AS membunuh sejumlah besar warga sipil Korea di bawah sebuah jembatan, di dekat sebuah desa bernama No Gun Ri. Tidak jelas apakah tentara-tentara tersebut diperintahkan untuk membunuh warga sipil atau bertindak sendiri.

Amerika menjatuhkan 635.000 TON bom di pihak Utara, dibandingkan dengan 503.000 PON bom yang mereka jatuhkan di Pasifik secara keseluruhan pada Perang Dunia II, yang memusnahkan sekitar 12-15 persen populasi Korut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline