Lihat ke Halaman Asli

Aku dan Teman Matematikaku

Diperbarui: 16 Juni 2022   12:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gambar 1.

AKU DAN TEMAN-TEMAN MATEMATIKA KU

                Siapa yang tak kenal dengan matematika? Ilmu yang sebagian yang tidak disukai oleh orang-orang karena rumitnya. Sejak memasuki sekolah dasar hati selalu gelisah saat mengetahui ada jadwal mata pelajaran matematika ini, belum lagi disuguhi oleh tugas yang membuat keringat dingin bercucuran dari tubuhku. Betapa senangnya jika mengetahui 1+1=2 tapi semua itu berubah ketika x dan y menyerang.

            Bukan hanya manusia yang memiliki keturunan tapi matematika tak mau kalah juga. Disetiap tingkatan sekolah matematika tak ada matinya. Dulu hanya tau penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Seiring waktu berjalan wawasan kita tentunya bertambah, dimana tidak lagi hal yang keempat tersebut yang muncul di matematika ini namun sudah memiliki banyak sekali variasinya.

            Di rabu pagi yang cerah nan gemilang dari kicauan burung-burung diudara tapi tidak hatiku yang mendung karena menunggu kehadiran dosen matematika. Saya duduk di bangku kuliah dan menjalani semester 2. Hari ini jadwal mata kuliah madas (matematika dasar) dimana topik pembahasan kami adalah Integral lipat dua bukan lipat tiga. “Rangga, hari ini ada tugas ga?” tanya teman saya yang bernama Yanto. “Eh aku gatau, emang ada ya?” sahutku. Tiba-tiba dosen kami sudah masuk dan langsung menagih tugas yang diberikan beberapa hari yang lalu. Sontak suasana kelas serasa di kutub utara, dingin banget. Aku dan Yanto terkejut mendengar hal itu, namun disisi lain kami juga kurang paham dalam topik pembahasan kami tapi masih lebih sulit lagi memahami wanita. Tak lama beberapa saat dosen kami memberi peringatan kepada kami bahwa mahasiswa yang tidak menyelesaikan tugas diberi hukuman dengan mengerjakan soal yang berkaitan dengan Integral Lipat Dua yang bukan lipat tiga tersebut.

             Setelah selesai kelas, saya menghampiri Yanto dan bertanya “To, kamu ko gatau si kalo ada tugas?”. “Lah, aku kan tadi nanyain ke kamu” sahut Yanto. “Iya juga sih, yaudah deh kita ngerjain soal bareng ya” sahutku lagi. “Lah, kita kan ga sama-sama tahu materi ini, gimana mau ngerjain bareng Ga?”. “Kalo gitu kita tanya ke Yanti aja”. Yanti adalah salah seorang yang pandai matematika di kelas kami tapi masih lebih pandai lagi Dosen kami sih.

Kemudian kami bergegas menjumpai Yanti yang sedang duduk di sawung.

“Yanti, kemarin kamu jatuh ya?” tanya Yanto.

“Ngga, aku ga ada jatuh kemarin” sahut Yanti.

“Lah iya? Berarti kaki kamu ngga ada yang luka?” Tanya Yanto lagi.

“Ngga lah, ngawur kamu” kata Yanti dengan nyolot.

“Ooo, berarti bisa jalan dong? Mau kapan nih?” gombal Yanto.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline