Lihat ke Halaman Asli

Penerapan Metode Pembelajaran Reciprocal Teaching Dalam Meningkatkan Aktifitas Belajar Matematika Siswa

Diperbarui: 18 Juli 2017   10:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Segitiga Siku-siku sama kaki

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DALAM MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA

Rivan Azizul Hilmi

Pendidikan Matematika Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

ABSTRAK : Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran reciprocal teachingdalam meningkatkan aktifitas belajar matematika siswa. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian pustaka. Hasil penulisan ini menunjukan bahwa untuk menerapkan metode pembelajaran ini mempunyai langkah-langkah sebagai berikut : 1) Merangkum (summarizing), 2) Mengajukan pertanyaan (question generating), 3) Mengklarifikasi (clarfying), 4) Memprediksi (predicting).

 

KATA KUNCI : Reciprocal Teaching, Aktifitas Belajar Siswa.

Pendahuluan

       Matematika adalah cara atau metode berpikir dan bernalar. Matematika dapat digunakan untuk membuat keputusan pakar suatu ide itu benar atau salah atau paling tidak ada kemungkinan benar. Matematika adalah suatu eksplorasi dan penemuan, di situlah setiap hari ide-ide baru ditemukan. Matematika adalah metode berpikir yang digunakan untuk memecahkan semua jenis permasalahan yang terdapat di dalam sains, pemerintahan, dan industri.

      James dan James dalam ( Suherman, 2001:10 ) mengatakan "Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran dan konsep-konsep yang berhubungan dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak terbagi kedalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis, dan geometri". Berdasarkan pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa dalam pembelajaran matematika antara satu topik matematika dengan topik matematika yang lain saling berkaitan.

Matematika merupakan suatu alat untuk mengembangkan cara berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. karena itu, matematika sangat diperlukan baik untuk kehidupan sehari-hari maupun dalam menghadapai perkembangan IPTEK sehingga matematika perlu dibekalkan kepada setiap peserta didik sejak SD, bahkan sejak TK.

 Keberhasilan sebuah pembelajaran tidak hanya di wujudkan dalam sebuah hasil prestasi siswa di sekolah, namun pembelajaran yang berhasil adalah pembelajaran yang mampu mengembangkan apa yang telah dipelajari di sekolah dan mengaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.Pengertian belajar menurut Suherman et, al, (2001: 8) adalah Proses perubahan tingkah laku individu yang relatif tetap sebagai hasil dari pengalaman, sedangkan pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline