Lihat ke Halaman Asli

Rijo Tobing

TERVERIFIKASI

Novelis

Jumanji dan "Kutukan" Dwayne Johnson

Diperbarui: 20 Januari 2018   14:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jumanji: Welcome to the Jungle| Sumber: Frank Masi/IMDB

Waktu berlibur di Taipei bulan Desember lalu saya dan suami sempat menonton film yang berjudul Central Intelligence (2016) di saluran HBO di hotel. Film ini berkisah tentang seorang anak SMA culun yang saat dewasa berubah menjadi seorang agen CIA yang berotot besar. Anak SMA culun tersebut diperankan oleh tak lain dan tak bukan Dwayne Johnson (DJ). Sedangkanco-starnya adalah Kevin Hart yang berperan sebagai seorang atlet SMA yang saat dewasa berubah menjadi seorang akuntan culun. 

Ceritanya panjang banget (bisa dilihat di Wikipedia) tapi pada akhirnya si agen CIA super kekar bahu-membahu dengan si akuntan culun untuk menyelamatkan dunia dari teroris yang mencoba mencuri kode satelit. Film ini diakhiri dengan reuni SMA yang didatangi oleh DJ dan di dalam reuni itu DJ membuka semua bajunya DI DEPAN SEMUA PESERTA REUNI sebelum dia nyosor cewek yang dia pernah taksir waktu SMA.

Absurd banget ga sih? Pada akhir film saya dan suami sama-sama melempar remote TV karena KZL. Omayga, film apaan itu? Tujuan ceritanya klise (menyelamatkan dunia yada yada yada), alurnya ketebak (banyak tembak-tembak dan tinju-tinju, ga ada yang baru dari seorang Dwayne Johnson), dan ending-nya bikin pengen muntah (buka baju di depan umum itu cuma menimbulkan cibiran, Mas Bro, bukan pujian).

www.bernas.id

Sebelum menonton film Central Intelligence (CI) ini saya sempat menonton film lain yang dibintangi oleh Dwayne Johnson yaitu: G. I. Joe Retaliation (2013), Fast and Furious 8 (2017), dan Baywatch (2017), dan saya bilang ke suami kalau Dwayne Johnson seperti membawa "kutukan" ke film yang SEHARUSNYA bagus. 

Bayangin aja, G.I. Joe 2, sebuah film sekuel yang udah saya tunggu-tunggu karena G. I. Joe 1 itu keren abis, ternyata dengan tega mematikan karakter yang diperankan oleh Channing Tatum dan menggantinya dengan karakter standar bin biasa ala Dwayne Johnson. Masih untung film ini punya Bruce Willis sehingga ceritanya masih bisalah dinikmati sampai akhir.

Sumber:Paramount Pictures

Di film Fast and Furious 8 saya malah kadang siwer, ga bisa membedakan antara Dwayne Johnson dan Vin Diesel. Aduh, habis dua-duanya sama-sama kekar, gempal, berkepala kecil, dan ga bisa akting sih. Bak pinang ga pake dibelah. Jalan ceritanya ga usah dibahas lah ya, udah untung F8 ini katanya film terakhir dari franchise yang lama-lama terasa seperti sinetron Tersanjung di Indosiar pada zaman baheula.

Sumber: Universal Pictures

Dan film terakhir Baywatch... (tarik nafas -- hela nafas), ga usah direview ya. Menonton film ini benar-benar membuang waktu dan energi. Satu-satunya hal yang terlintas di kepala saya waktu berhenti menonton film ini di menit ke-45 adalah... Zac Efron udah gedeeee. Hahaha. Sebagai penggemar film High School Musical 1 sampai 3 dari tahun 2006 sampai 2008, saya masih melihat Zac Efron sebagai cowok SMA yang suka menyanyi, menari, dan terlalu mempesona, wkwk.

Baywatch| Sumber: IMDB

Nah, kembali ke film Jumanji: Welcome To The Jungle. Duluuuu banget saya pernah nonton film Jumanji yang pertama (1995) di DVD yang dibintangi oleh almarhum Robin Williams. Saya lupa jalan ceritanya tapi saya ingat kalau saya suka filmnya. Waktu saya tahu ada film Jumanji 2 yang dibintangi Dwayne Johnson, saya males nonton. Alasan utamanya sudah saya jabarkan di atas: takut filmnya jadi jelek karena kena "kutukan" Dwayne Johnson.

Selasa lalu saya pergi menonton bioskop dengan mama saya dan tidak ada pilihan film yang bagus dengan waktu tayang yang pas (antara pukul 10.00 sampai 15.00), kecuali Jumanji. Mama saya tidak masalah menonton film apapun asalkan bukan film Indonesia dan bukan film superhero (karena beliau merasa sangat capek setelah menonton film Justice League bersama saya tahun lalu). 

Saat hendak membeli tiket kami mengalami sesuatu yang unik. Jadi saya lihat di website Cinemaxx kalau Jumanji tayang pukul 12.30. Kami datang pukul 12.31 dan waktu hendak membeli tiket mbak kasir bilang kalau pertunjukan dibatalkan karena tidak ada penonton. Mama saya tetap ingin menonton karena kami sudah berkendara cukup jauh ke bioskop itu, jadi kami minta film tetap ditayangkan walaupun dengan dua orang penonton saja.

Tak disangka, permintaan kami dikabulkan, haha. Mbak kasir langsung teriak ke temannya, "Teater 3 jalan ya!". Kami berdua agak ga percaya tapi senang juga karena serasa memiliki teater pribadi. Jadi waktu kami masuk ke Teater 3, AC baru saja dinyalakan, layar masih gelap, dan iklan sebelum film dimulai baru ditayangkan 15 menit setelah kami duduk nyaman tepat di tengah-tengah bioskop, haha.

mama-nonton-jumanji-5a62345e5e13737e334cb044.jpg

Jalan cerita Jumanji 2 sangat sederhana. Film ini dimulai dengan seorang pria yang menemukan board game berjudul Jumanji ketika dia sedang jogging suatu waktu di tahun 1996. Pria itu memberikan board game tersebut kepada anak laki-lakinya, tapi diacuhkan karena si anak sibuk bermain nintendo. 
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline