Lihat ke Halaman Asli

Hujan November

Diperbarui: 18 Februari 2016   00:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Aroma tanah menguap

Memberi tanda bagi musim

Yang bernyanyi di belakang rumah

Burung-burung melarung udara

Beterbangan dengan suara yang basah

 

Akhirnya, kita kembali menemukan arah cuaca

Setelah sekian puisi terbakar di sepetak tanah

Setelah sekian doa terkubur dalam terik hari

Wajah kita kembali menyala

Melepaskan kuncup bunga dari balik jendela

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline