Lihat ke Halaman Asli

Muhammad Ridki Kurniawan

Admin of rifkipedia

Puisi M Rifki Kurniawan Edisi July

Diperbarui: 31 Juli 2020   15:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber Gambar : Rifkipedia.com

Puisi dari Muhammad Rifki Kurniawan

Edisi July 2020 | dalam Antologi Puisi

Pagi yang berani

Kala itu di balahan bumi sana
Yang jauh dari singgahsana raja
Yang dekat dalam kerakyatan
Ia manusia mencari makan dan kerja
Jauh disana menepuk kata
Menepis bahaya dan menunjukan nyawa
Tangan di kayuh, kaki menedang
Kaki menginjak, tangan memukul
Manusia bukan tuan ia adalah pekerja
Atas semua manusianya

Kamu, Aku dan Perjuangan

Di sini di bumi ini
Aku hidup sebagai manusia
Dengan manusia lainnya
Dan lingkungan serta makhluk hidup
Ada manusia yang kelaparan
Ada manusia yang di gusur
Ada manusia yang di rampas hak nya
Ada manusia yang dibunuh karena benar
Dunia ini seperti game
Pemain game ialah rakyat
Yang memainkan game ialah pemerintah
Rakyat ialah manusia yang tak di akui
Kamu yang disana yang setiap hari ku
Menemani setiap suaraku
Dalam jalanan dalam toa yang keras
Ku katakan pada mu, sabar lah sayang ini adalah perjuangan
Dan kamu semakin dekat dan mendekat
Mengakat tangan kiri lalu mengambil toa yang ada di tangan ku
Lalu ia mengatakan, jika perempuan dianggap sabagai pemuas seksual
lantas apa yang terjadi pada
dunia ini
Dengan berani ia katakana
Dan aku suntuk diam sesaat
Lalu ku katakan dengan keras
Dan semua melihatnya Dan menirukan
Insureksiii, Insureksi

Senja Tajam Dalam Matanya

Melangkah kaki menepi diri
Mengangkat tangan diambil kursi
Duduk nya yang memiliki arti sendiri
Ia torehkan kata yang membuat malaikat iri
Ia seseorang yang tabah
Bagi manusia
Yang berani
Bagi keluarga
Ibu sebagai status nya

Mengandung anak anaknya
Berjuang bersama sang bapak
Keluarga adalah kerajaan nya
Kursi tahta kerajaan pun menginstruksi
Nak berangkat sekolah
Nak cepat lah makan
Nak bantu angkat ini
Ia adalah raja dan ratu bagiku

Satu Menit Tiga Puluh Detik

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline