Lihat ke Halaman Asli

Pemasangan Rambu Mitigasi Bencana Dusun Argosuko Argoyuwono

Diperbarui: 14 Januari 2022   13:59

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Proses pemasangan tiang rambu jalur evakuasi oleh mahasiswa KKN UM bersama SIBAT (Dokpri)

Ketika terjadi bencana alam, masyarakat diharuskan mengetahui dan memahami kemana arah tujuan dalam mencari tempat aman. Untuk itu, mahasiswa KKN UM 2021/2022 zona 3 dan 4 Dusun Argosuko bersama dengan lembaga Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Desa Argoyuwono, memasang rambu-rambu bencana. 

Menurut Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tentang Rambu dan Papan Informasi Bencana, "Rambu bencana adalah keterangan yang ditempatkan atau dipasang di kawasan rawan bencana, berupa lambang, huruf, angka, kalimat, dan/atau perpaduannya, yang berfungsi untuk menjelaskan atau memberi petunjuk, peringatan, dan larangan bagi setiap orang yang berada di kawasan rawan bencana".

Rabu (12/01), mahasiswa KKN UM 2021/2022 zona 3 dan 4 Dusun Argosuko, Desa Argoyuwono dengan didampingi oleh lembaga Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Desa Argoyuwono memasang rambu bencana yang berupa jalur evakuasi dan titik kumpul. 

Pemasangan rambu bencana alam berupa arah jalur evakuasi di setiap belokan pertigaan maupun perempatan di sepanjang jalan Dusun Argosuko RT 09 hingga RT 13, serta rambu titik kumpul menuju titik kumpul sementara, yaitu Balai Dusun Argosuko, Desa Argoyuwono. 

Rambu bencana yang dipasang ditujukan untuk jenis bencana alam erupsi gunung Semeru. Hal ini berkaitan dengan informasi yang diberikan oleh Pak Yudi selaku ketua SIBAT Desa Argoyuwono, "Desa Argoyuwono merupakan desa yang saat ini masuk ke dalam desa yang tidak terdampak. Namun, (Desa Argoyuwono) masih dalam ring 2 - KRB III". 

Oleh karena itu, untuk meminimalisir masyarakat yang menyepelekan bahaya dari bencana alam, beliau menyarankan untuk memasang rambu bencana alam erupsi gunung, bukan gempa bumi maupun tanah longsor. Selain itu, seluruh masyarakat Desa Argoyuwono khususnya di dusun Argosuko dikumpulkan di satu tempat untuk mempercepat proses evakuasi.

Pemasangan dilaksanakan pukul 09.00 WIB dimana mahasiswa KKN UM kelompok zona 3 dan 4 mempersiapkan peralatan dan papan rambu jalan evakuasi bencana di Balai Dusun Argosuko. 

Pukul 09.35 WIB, Pak Yudi beserta anggota SIBAT lainnya hadir di Balai Dusun Argosuko. Setelah itu, mahasiswa KKN UM beserta anggota SIBAT turun ke lokasi pemasangan rambu titik kumpul yang pertama, yaitu di Balai Dusun Argosuko. 

Balai Dusun Argosuko dipilih sebagai tempat titik kumpul sementara, karena tempatnya yang mudah diakses kendaraan dan cukup luas. Pemasangan rambu bencana dilakukan dengan cara menancapkan tiang rambu sedalam kurang lebih 30 cm. Setelah itu, dilakukan pemasangan rambu jalur evakuasi pada RT 10 dan 11. 

Dengan dipasangnya rambu bencana, diharapkan masyarakat Dusun Argosuko lebih siaga ketika menghadapi bencana gunung meletus.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline