Lihat ke Halaman Asli

Reyvan Maulid

Writing is my passion

Digital Banking Menuju Era Cashless Society

Diperbarui: 26 Oktober 2021   09:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi bank digital. Sumber: Forbes via Kompas.com

Semakin hari perkembangan teknologi khususnya perbankan dan finansial makin bertumbuh pesat. 

Bayangkan saja hanya dengan bermodalkan smartphone dalam genggaman jari, kalian bisa melakukan segala aktivitas pembayaran mulai dari beli makanan pakai jasa ojek online dengan membayarkannya pakai e-wallet seperti gopay, OVO, belanja online di marketplace pakai e-wallet ataupun e-money atau bank digital lainnya, pesen villa atau hotel bisa langsung pakai aplikasi yang langsung tertaut dengan metode pembayaran bahkan mau kirim uang sekalipun cuma modal gawai saja juga bisa loh teman-teman. 

Kini, sudah tidak perlu repot lagi ke bank. Banyak kemudahan dan keleluasaan yang ditawarkan dalam teknologi digital banking ini.

Salah satu produk finansial dan digital banking yang dihasilkan untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan transaksi pembayaran adalah cardless (tanpa kartu ATM) dan cashless (tanpa uang tunai). 

Cashless merupakan istilah yang digunakan saat ini untuk menggambarkan bahwa pelanggan sudah tidak lagi menggunakan uang tunai atau cash sebagai alat pembayaran baik bentuknya itu logam ataupun uang kertas. 

Sedangkan Cardless didefinisikan sebagai transaksi tanpa menggunakan kartu kredit atau credit card sama sekali. Cashless pada era saat ini digantikan perannya oleh e-wallet atau uang elektronik. 

Kemudian cardless identik dengan transaksi pembayaran menggunakan QR Code sehingga ketika melakukan pembayaran dengan scan QR Codenya maka langsung akan dipotong saldonya dengan sendirinya.

Fenomena penggunaan cashless dan cardless ini dikenal dengan istilah cashless society. Fenomena cashless society diindikasikan masyarakat telah melek digital secara finansial dan memanfaatkan pembayaran digital ketika melakukan transaksi pembayaran apapun. Fenomena ini menggambarkan bahwa pengunaan uang cash ataupun tunai minim terjadi. 

Cashless society lahir dari cashless ekonomi karena adanya pergeseran teknologi digital banking sudah mulai berkembang sehingga beralih untuk menggunakan uang elektronik daripada uang fisik.

Sederhananya, cashless payment bisa dilakukan dimana saja baik melalui ATM, Credit Card ataupun mobile banking yang telah tersedia dan ditautkan pada transaksi perbelanjaan seperti e-commerce, marketplace, tagihan listrik, air, WiFi, PDAM maupun e-payment. Budaya cardless dan cashless masih terbilang jarang untuk diterapkan karena masih sedikitnya orang yang memanfaatkan keduanya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline