Lihat ke Halaman Asli

Reynal Prasetya

TERVERIFIKASI

Broadcaster yang hobi menulis.

Mengenal 4 Pola Kejadian dalam Hidup

Diperbarui: 21 Oktober 2020   14:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Semakin dikejar, semakin menjauh (Sumber: pixabay.com)

Kemarin kita sudah mengulas bagaimana keterkaitan antara Tuhan, Manusia dan Semesta. Mungkin anda sudah mendapatkan gambaran sedikit tentang bahasan spiritual kemarin.

Nah kali ini kita masih di jalur yang sama. Tapi lebih spesifik mengulas tentang kehidupan, atau lebih tepatnya kejadian-kejadian yang saya yakin pernah anda alami.

Entah anda sadari atau tidak, kehidupan ini sebenarnya memiliki pola. Ada orang yang lebih sering berjalan di salahsatu pola, ada juga orang yang lebih sering berjalan dan menjalani hidup dalam pola yang lain.

Ada orang yang tidak sadar dia sedang berada di dalam pola yang merugikan dirinya, ada pula orang yang akhirnya keluar dan memutuskan untuk memutus pola tersebut agar bisa berjalan dan menjalani hidup dalam pola yang baru.

Mungkin anda pernah menemukan atau menyaksikan sendiri, kenapa ada orang yang pernikahannya kok selalu berujung pada perceraian? Baru dua tahun menikah ternyata cerai, menikah lagi eh cerai lagi.

Atau ada juga yang berbisnis, baru juga mengalami peningkatan omset, eh kok bangkrut lagi. Entah kenapa disetiap ada peningkatan omset, bisnisnya seperti tidak tahan lama dan selalu berujung pada kerugian.

Kadang begini, kalau anda menemukan orang-orang yang kerap memiliki kehidupan yang seolah-olah terpola tersebut, coba anda telusuri sampai ke orangtuanya, kakek neneknya, sampai ke atas.

Pasti ada cerita-cerita kalau keluarganya terdahulu juga pernah mengalami hal yang serupa. Jadi tidak heran, jika pola itu tidak di putus maka akan berlanjut hingga ke anak-anak dan cucu-cucunya.

Jika ingin berubah, maka rusak polanya. Dan buatlah pola yang baru. Yang pertama-tama tentu saja orang tersebut perlu menyadari bahwa ada yang salah dalam hidupnya, lalu menulusuri dimana letak kesalahannya itu. 

Biasanya ini terkait dengan program keyakinan dan belief yang ada di dalam dirinya sehingga karena data-data itulah yang mengundang realita itu terjadi dan terus berulang-ulang menjadi pola.

Ya, agak sulit memang memetakan apa permasalahannya, namun polanya bisa dirubah asalkan kita tahu caranya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline