Lihat ke Halaman Asli

Narothea

Kepompong berproses

Mendaki Gunung Itu Nikmati Prosesnya dan Hargai Hasilnya

Diperbarui: 6 Juni 2021   22:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gunung Slamet 3428 mdpl ( dok.pribadi )

Tak mudah untuk mendaki gunung lagi setelah sekitar 13 tahun berhenti, apalagi di usia yang sudah tidak muda lagi.

Setiap kali mendaki gunung pasti banyak yang heran dan menanyakan umur saya.

Sulit untuk melepaskan diri dari kecintaan terhadap hobi yang satu ini.

Rasanya gunung sudah menjadi sahabat dekat yang harus didatangi bila hati sedang sedih banget atau malah sedang seneng banget.

Pernah suatu saat di awal tahun 2019 ketika saya mendaki gunung  Sindoro bersama anak-anak muda yang usianya jauh lebih muda daripada saya, ada saudara yang bertanya,..."kenapa kamu naik gunung lagi di usia yang tak lagi muda ?"

Saya jawab saja..."karena saya suka".

Tapi apakah sesederhana itu ?

Tentu saja tidak dong ...!

Banyak alasan kenapa saya masih mendaki gunung diusia tua ini.

Selain memang karena "suka", ternyata banyak hal dalam hidup ini yang memang tidak harus dijelaskan kepada orang lain.

Namun secara gamblang bisa saya sampaikan bahwa naik gunung membuat saya mau berolahraga secara rutin untuk  mempersiapkan fisik saya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline