Lihat ke Halaman Asli

Andri Mastiyanto

TERVERIFIKASI

Penyuluh Kesehatan

ASN Inspiratif 2020: Dyah Putri Ambarwati Penggagas Rumah Singgah Pejuang Hati

Diperbarui: 24 Oktober 2020   19:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Deskripsi : Dyah Putri Ambarwati Penggagas Rumah Singgah Pejuang Hati I Sumber Foto: dokpri

Sepuluh tahun sudah saya menulis di Kompasiana, sejak Februari 2010. Namun hanya segelintir sosok yang saya tulis. Sebagian memberi arti bagi hidup saya, membantu perjuangan hidup saya dan ada pula yang menginspirasi. Saya sebut saja Almarhum Bapak,  Almarhum Kakak, Ibu, Bapak Jusuf Kalla, Marshal Pribadi dan Thamrin Dahlan.

Sosok berikutnya ialah Dyah Putri Ambarwati (37), seorang wanita yang berkerja di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta, Kementerian Kesehatan RI pada Instalasi Farmasi sejak 2006. Dyah saya tuliskan saat ini karena dirinya merupakan sosok yang inspiratif dan apa yang dilakukannya patut dicontoh. Ia merupakan pengagas Nasi Kotak Untuk Berbagi RSKO Jakarta dan Rumah Singgah Pejuang Hati kemudian menjadi Yayasan Rumah Satu Hati.

Dengan tulisan ini saya mengajukan Dyah sebagai sosok yang pantas menerima Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) 2020 dari kategori ASN / PNS Inspiratif. Apa yang dilakukannya seperti malaikat penolong tak bersayap yang nyata bagi adik-adik kita penderita Atresia Billier ( Kelainan Hati). 

Dirinya bukan orang kaya, dia bukan pejabat hanya staff biasa, dan dia bukan seorang tokoh, tapi mampu menggerakkan banyak orang untuk menjalankan gerakannya. Itu kenapa ia saya anggap LAYAK sebagai ASN / PNS Inspiratif 2020. 

Inspiratif adalah segala sesuatu yang bisa memberikan inspirasi dan dorongan untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang inspiratif dapat memberikan pengaruh berupa semangat dan kekuatan untuk melakukan atau membuat sesuatu. Orang yang inspiratif berbeda dengan orang yang berprestasi, inspiratif dapat membuat orang lain mengikuti jejaknya.

_

Dyah Dengan Gerakan Nasi Kotak Untuk Berbagi

Sepak terjang Dyah di gerakan sosial sudah saya ketahui dan lihat langsung sejak 2015. Berawal sekitar bulan februari 2015 dari dirinya berdiskusi dengan saya untuk minta support sebuah gerakan sosial melalui menjual nasi kotak untuk berbagi yang berharga sepuluh ribu rupiah. 

Pada saat itu saya dan Hidayatullah sudah menjalankan gerakan sosial bertajuk Gerakan Coin Untuk Pendidikan "Coin A Chance" dropzone RSKO Jakarta sejak 2012. Kami pun berdiskusi bagaimana menjalankan sebuah aksi sosial ditempat kerja agar tetap konsisten. 

Baca juga; 7 Tips Memulai dan Mempertahankan Gerakan Sosial di Tempat Kerja (DI SINI)

Perbincangan cukup hangat didepan taman RSKO Jakarta dekat Instalasi farmasi. Tidak lama setelah perbincangan itu sekitar satu setengah bulan kemudian gerakan nasi kotak untuk berbagi dijalankan oleh Dyah dan teman-teman nya dari Instalasi farmasi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline