Lihat ke Halaman Asli

Industri Visit dan Tafakur Alam Labschool Jakarta 2019

Diperbarui: 15 Oktober 2019   20:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Kali ini saya akan berbagi cerita tentang kegiatan Industri Visit dan Tafakur Alam atau yang disebut juga INVITA pada tahun 2019 tepatnya oktober ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8-12 Oktober 2019 di Jogja-Solo. Acara ini diselenggarakan oleh SMP Labschool Jakarta untuk anak-anak kelas 8.

Jadi hari Selasa sore kami berkumpul di Stasiun Gambir pukul 17:30. Lalu kami memasuki ruang tunggu Stasiun dan berpamitan dengan orangtua. Lalu kami diberi briefing singkat oleh Pak Gilang selaku panitia acara. Lalu kami naik ke lantai 3 yakni tempat rel kereta. Awalnya kami duduk sesuai tiket yang diberikan, setelah dicek oleh petugas, kami diperbolehkan pindah ke tempat lain bersama teman dekat. Kami melakukan perjalanan sekitar 8 jam meuju Stasiun Solobalapan.

 Setelah sampai kami melakukan perjalanan dengan bus menuju Restoran Taman Sari yang berada di Solo. Sebelum makan, kami bersih-bersih diri dan mengganti pakaian dengan batik labschool. Lalu kami makan dan melanjutkan perjalanan ke Museum Sangiran di Sragen. Disana kami ditunjukan koleksi fosil-fosil purba. Lalu kami melakukan ibadah di masjid dan makan siang di bus. 

Lalu kami melanjutkan dengan berkunjung ke PT. Sri Rejeki Isman atau SRITEX. Di Sritex kami pertama diajak menuju aula sritex. Kami ditunjukan video mengenai kisah berdirinya PT. Sritex Tbk dan ditunjukan berbagai macam  baju-baju tentara dari berbagai macam negara. Sritex sudah mengekspor baju baju tentara ke ratusan negara di dunia. Selanjutnya, kami diajak melihat-lihat ruang produksi tempat karyawan-karyawan bekerja. 

Ternyata Sritex tidak hanya membuat baju tentara saja, tetapi baju fashion yang dipakai sehari-hari juga mereka produksi. Yang terakhir kami diajak ke show room PT. Sritex Tbk. Lalu setelah dari Sritex kami pun melanjutkan perjalanan menuju Jogja dan makan malam disana. Lalu selesai makan kami pun melanjutkan perjalanan menuju Cavinton Hotel Yogyakarta. 

Hotelnya lumayan nyaman tetapi jujur entah saya dan teman teman saya yang terlalu banyak yang harus di charge atau apa, tetapi tempat untuk men-charge kurang banyak. Lalu kami bersih-bersih diri dan beristirahat.

Pada jam 5:00 ada morning call agar kita tidak terlambat bangun. Lalu kami mandi dan sarapan di hotel. Jam 7:30 kami memasuki bus dan berangkat menuju tempat untuk Lava Tour. Menaiki jeep sangatlah seru dan banyak tawa yang disebabkan oleh supir jeep nya yang memilih jalan yang sedikit anjluk-anjlukan. Supir jeepnya memberhentikan kami di tempat-tempat seperti bunker, batu alien, dan museum kecil dengan tulisan sisa hartaku. 

Jika ingin kesana jangan lupa pakai masker dan siap-siap kotor karena debu ya. Lalu kami makan di sebuah restoran dan melakukan ibadah. Lalu dilanjutkan dengan membatik di tempat lain. Membatik adalah kegiatan yang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Jujur batik yang saya buat tidak terlalu bagus dan masih banyak tetesan malam karena teknik memegang canting yang saya lakukan tidak benar. 

Lalu setelah membatik kami pergi ke Tebing Breksi dan berswafoto disana. Oh iya, kalau kalian pergi ke Tebing Breksi, saya sarankan untuk pergi kesana saat sore hari dan naiklah ke atas. Pemandangan dari atas sangatlah bagus. Setelah dari Tebing Breksi, kami pergi ke Malioboro. Saya tidak membeli apapun disana, saya hanya berjalan-jalan ditengah ramainya Jogja. Kami diperbolehkan mengelilingi Malioboro sampai jam 21:00 dan pada jam 21:30 sudah harus berada di bus. Lalu kami pulang ke hotel dan beristirahat.

Paginya kami bangun jam 5:00. Setelah mandi kami semua sarapan dan check out dari hotel. Setelah check out kami pergi ke Candi Borobudur yang berada di Magelang. Kalau boleh jujur, Borobudur sangatlah panas. Jadi saya sarankan jika ingin ke Borobudur bawa kipas portable dan topi. Tetapi saat perjalanan kembali ke parkiran, kami melewati tempat orang berjualan di kanan dan kiri. Disana juga bisa membeli makanan dan minuman seperti nasi goreng dan dawet. Setelah dari Borobudur, kami pergi ke tempat oleh-oleh. Disana menjual bakpia, yang menjadi oleh-oleh khas Jogja yang sangat enak. 

Setelah dari pusat oleh-oleh tersebutu, kami mengunjungi tempat terakhir yang kami kunjungi di Jogja yaitu Dagadu. Di Dagadu saya membeli kaos untuk sayang dan adik saya, tote bag, dan kartu. Dagadu adalah tempat oleh-oleh yang cocok jika sedang berkunjung ke Jogja. Lalu setelah kami selesai belanja di Dagadu kami pergi ke Stasiun Tugu, Stasiun yang baru saya datangi ketika kegiatan ini setelah 13 tahun saya selalu pergi ke Jogja pada saat libur sekolah. Lalu kami masuk dan menunggu kedatangan kereta yang akan membawa kami kembali ke Stasiun Gambir dengan waktu kurang lebih 7 jam. Saat kereta datang, saya langsung memasuki gerbong yang saya tumpangi dan.. saya amat terkejut ketika melihat kondisi gerbong saya yang tidak sesuai ekspektasi sama sekali. Saya mencium bau hewan ternak dan kursi yang saya duduki tidak sama nyamannya dengan kursi yang saya duduki ketika berangkat. Tetapi saya memaklumi karena ternyata gerbong yang harusnya kami pakai sedang mengalami masa maintenance. Jadi saya anggap saja ini adalah keapesan saya. Lalu setelah diberi makan di kereta dengan nasi dan ayam goreng tepung saya dan 3 teman saya tertidur dan bangun ketika kereta akan sampai setengah jam lagi. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline