Lihat ke Halaman Asli

bahrul ulum

TERVERIFIKASI

Kompasianer Brebes Community (KBC) - Jawa Tengah

Mendidik Anak untuk Jujur Itu Penting

Diperbarui: 25 Juli 2022   13:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dok foto salamedukasi.com

Jujur itu suatu aspek karakter dan moral manusia yang berbudi luhur dimana seseorang yang mempunyai karakter tersebut, maka dipastikan integritasnya tinggi, pasalnya seseorang yang jujur itu dalam menungkapkan perasaan, kata-kata atau perbuatannya sesuai realitas yang tidak dimanipulasi dengan cara berbohong atau meniru orang lain untuk keuntungan dirinya.

Kejujuran harus ditanamkan secara dini, bahkan ketika anak sedang belajar beradaptasi dengan lingkungannya, termasuk saat anak sedang belajar menirukan ucapan orangtuanya atau keluarga dan teman sebaya. Bahkan saat anak sudah belajar disekolah juga penting ditanamkan sifat kejujuran baik oleh gurunya, maupun kepada peserta didik yang sedang mengerjakan tugas atau hasil ujian sekolah.

Ciri-ciri karakter jujur antara lain seseorang bertekad untuk menjalankan sesuatu apa adanya, tidak perlu bohong atau dusta, kedua adalah berani jujur itu hebat, benar sesuai adanya, dan ketiga adalah antara hatinya dengan tindakannya itu sama. Suri Tauladan Nabi Muhammad SAW, dengan sifatnya jujur membawa kebaikan dunia akhirat, sehingga sekarang Islam tumbuh subur di negeri ini, saat kita jujur kepada orang maka persahabatan akan abadi, relasi kita akan bertambah, bahkan semakin banyak orang tertarik dengan karakter yang dibawa.

Diceritakan pada zaman nabi, ada seseorang anak yang didik untuk jujur dalam keluarganya, diberikan amanat oleh ibunya, untuk menjual hewan peliharaan dipasar, ibunya bilang, nak jika nanti dipasar ada yang mau membelinya, maka juallah binatang tersebut seharga Rp. 5 dinar, namun ternyata dipasar ada yang berani membeli 8 dinar, penjualnya bilang kepada anaknya, nak.. ini saya beli hewan kamu dengan 8 dinar, nanti bilang sama ibu kamu bahwa 5 dinar harganya, yang 3 dinar nanti kamu simpan.

Namun anaknya tidak mau berkompromi dengan pihak pembeli, tetap mengatakan apa adannya, padahal pembeli yang merayu itu sengaja memberikan ujian kepada anak tersebut. Namun anak tersebut benar-benar mengatakan sesuai dengan pesan dari ibunya. Seandainya anak tersebut tidak jujur pastinya akan menerima uang 3 dinar untuk digunakan makan atau lainnya, dan sering terjadi kita diberi amanat dari orang berupa uang, terkadang uangnya berkurang, terkadang tidak sampai, dan seperti ini berarti anda belum masuk golongan orang yang jujur.  Saat kita sekolah terkadang kita juga tidak mau jujur, harusnya berangkat ke sekolah sesuai jadwal, lalu tergoda dengan temannya, kemudian bolos, saat ditanya orangtua kenapa cepat pulang sekolahnya, dijawab disekolah bebas bu... bohong lagi.. tambah bohong...tambah lagi... dan seterusnya.... 

Akhirnya pembeli tersebut, bilang, nak hewan yang dibawa jangan dijual aja, bilang sama ibunya, bahwa suatu hari akan ada orang yang beli hewan peliharaan ini karena mereka sedang mencari ciri-ciri hewan peliharaan ini dengan harga mahal.

Beberapa bulan kemudian, ternyata ada orang yang ingin membeli hewan tersebut, karena memiliki keistimewaan, dan dibayar mahal karena untuk obat bagi pembelinya. Inilah sebuah cerita penting, bahwa kejujuran dari anak tersebut berbuah manis bagi keluarganya.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline