Lihat ke Halaman Asli

Anwar Effendi

Mencari ujung langit

Naik Perahu Serasa Berada di Kafe

Diperbarui: 29 Mei 2020   04:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Di atas perahu yang menyusuri Sungai Chao Phraya ada hiburan penari Thailand. (foto: dok. pribadi)

Ada beberapa jenis perahu yang bisa dimanfaatkan wisatawan yang akan menikmati perjalanan di Sungai Chao Phraya Bangkok, Thailand. Namun yang sering digunakan pengunjung dari luar Thailand adalah jenis perahu tradisional. Tiketnya tidak terlalu mahal dan bisa mengangkut banyak orang.

Sepanjang perjalanan menyusuri sungai Chao Phraya Bangkok, wisatawan bisa menikmati berbagai pemandangan indah baik di sisi kanan maupun kiri sungai. Namun, karena perahu tradisional banyak mengangkut penumpang, posisi wisatawan memang tidak leluasa untuk bergerak. Waktunya habis di tempat duduk.

Beruntung waktu saya dan tiga teman berkunjung ke Sungai Chao Phraya Bangkok, mendapatkan perahu yang bentuknya tradisional namun tarifnya agak mahalan. Untuk 60 menit perjalanan menyusuri sungai Chao Phraya Bangkok, waktu itu saya dikenakan tarif -- kalau dirupiahkan -- sekitar Rp 1 juta.

Kaget juga mendapatkan tarif yang cukup mahal untuk naik perahu. Namun, saat menaiki perahu, saya mendapati suasana yang agak mewah. Tempat duduknya di set selayaknya meja makan. Tidak seperti tempat duduk perahu pada umumnya.

Ternyata tiket naik perahu yang cukup mahal itu, sudah termasuk jamuan makan dan pentas hiburan selama perjalanan. Betul saja selama perjalanan, kami tidak ada henti-hentinya mendapat hidangan. Mulai makanan berat, makanan ringan, aneka cemilan, minuman dan tentu saja ada pilihan macam-macam kopi.

Perahu yang kami tumpangi memiliki dua lantai. Lantai dasar dikhususkan untuk para penumpang, dengan setting tempat duduk lengkap dengan mejanya. Sementara lantai bawah, merupakan dapur untuk memasak hidangan yang disuguhkan kepada penumpang. Sebagian lainnya dijadikan tempat istirahat kru/awak kapal.

Selain mendapatkan hidangan makanan dan minuman, penumpang perahu juga mendapat suguhan hiburan. Ada beberapa orang memainkan musik tradisional Thailand. Diselingi juga dengan pentas tari yang dilakukan tiga orang perempuan. Walau hiburan tersebut sudah include dari tarif yang dibayar waktu naik perahu, namun tidak sedikit penumpang yang memberi saweran.

Tempat duduk di perahu settingnya seperti di kafe. (foto: dok. pribadi)

Dengan setting tempat duduk tidak seperti perahu lainnya, saya dan tiga teman serasa berada di kafe. Tidak seperti berada di atas perahu. Selama berada di atas perahu pun, penumpang jadi bebas bisa berjalan-jalan mau ke belakang, ke depan, ke sisi, bahkan diperbolehkan ke ruang bawah perahu untuk melihat aktivitas yang dilakukan sejumlah kru.

Walau sibuk melahap hidangan yang tersedia dan menatap para penari-penari yang cantik, kami tetap tidak mau melewatkan keindahan sungai Chao Phraya Bangkok beserta bangunan-bangunan menarik di sepanjang sisinya. Bukan hanya gedung-gedung pencakar langit, tapi juga bangunan-bangunan khas tradisional Thailand banyak ditemui di sisi sepanjang sungai tersebut.

Saat menaiki perahu di sepanjang Sungai Chao Phraya, pengunjung nanti akan menemukan bangunan Grand Palace yang merupakan Istana Raja Thailand. Sejumlah bangunan ibadah (kuil). Pasar tradisional dan beberapa jembatan dengan arsitektur yang menarik.

Bangunan khas Thailand di sepanjang Sungai Chao Phraya terlihat sangat mencolok. Karena bangunanya mempertahankan kesan tradisional, juga warna kuning sangat mendominasi. Kondisi tersebut memang jadi daya tarik bagi wisatawan dari luar Thailand.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline