Lihat ke Halaman Asli

Peb

TERVERIFIKASI

Pembaca yang khusyuk dan penulis picisan. Dulu bercita-cita jadi Spiderman, tapi tak dibolehkan emak

Motivasi Licik Klub Lechia Gdansk Merekrut Witan Sulaeman

Diperbarui: 5 September 2021   03:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri saat memperkuat Timnas Indonesia. Sumber gambar ; bola.com

Egy Maulana Vikri bagai disia-siakan Lechia Gdanks. Lewat Witan Suleman,  Lechia Gdansk akan merasakan akibatnya.

Sejak jauh hari tak ada tanda-tanda  Lechia Gdansk, klub kasta tertinggi Polandia punya rencana merekrut lagi pemain Indonesia setelah mereka menyia-nyiakan potensi besar pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri. Padahal, saat itu Egy Maulana Vikri menjadi simbol dan representasi kebangkitan pemain Indonesia berkiprah di benua Eropa!

Kini tiba-tiba saja Klub Lechia Gdansk merekrut Witan Sulaeman, yang kebetulan tidak lagi dipakai klub Liga Serbia, FK Radnik Surdulica. 

Timbul pertanyaan besar! Apa motivasi mereka merekrut Witan Sulaeman?

Bila melihat ke belakang, ketika Egy Maulana Vikri masih jadi pemain Lechia Gdansk, publik pecinta sepakbola nasional sangat antusias mengikuti kiprah Egy Maulana Vikri di sana. Mereka beramai-ramai jadi followers media sosial Lechia Gdanks.

Hal tersebut menjadikan klub Lechia Gdansk "naik kasta" dengan mendapatkan penggemar baru yang berasal dari luar Polandia. Mereka menempati ruang tersendiri di hati ratusan ribu pecinta sepakbola nasional. 

Media sosial milik Klub Lechia Gdansk selalu dikunjungi penggemar dari Indonesia dalam setiap aktivitasnya. Ini tentu saja menguntungkan klub tersebut dari segi bisnis/komersial, terutama untuk mendapatkan dukungan sponsor.

Witan Sulaeman, sumber gambar football5star.com

Namun sayang, Egy Maulana Vikri disia-siakan selama tiga musim kompetisi. Egy Maulana Vikri jarang dimainkan, dan lebih banyak menghuni bangku cadangan. 

Egy hanya dimanfaatkan sebagai pajangan komersial bagi klub dimata ratusan ribu pecandu bola Indonesia yang tidak kapok-kapok mendukung Egy selama tiga musim kompetisi--walau tidak dimainkan. 

Lechia Gdansk telah mempermainkan nasib dan karir Egy Maulana Vikri. Namun mereka akhirnya tersentak ketika dimusim ke empat Egy Maulana Vikri tidak mau memperpanjang kontrak, dan lebih memilih hengkang dari Lechia Gdanks walau saat itu belum mendapatkan klub baru. 

Hal itu merupakan pertaruhan besar seorang Egy. Bisa saja jadi "penganguran". Namun rezeki tidak lari kemana. Dalam status "Free Transfer", Egy Maulana Vikri akhirnya dikontrak Klub Liga Slowakia, yakni FK Senica.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline