Lihat ke Halaman Asli

Ozy V. Alandika

TERVERIFIKASI

Guru, Blogger

Keputusan Masuk Sekolah Butuh Kompromi, Mas Nadiem!

Diperbarui: 28 Mei 2020   18:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mendikbud Nadiem Makarim di acara Hari Dongeng Nasional (Foto: Kemdikbud/Jilan Rifai)

Perlahan-lahan lebaran sudah mulai berlalu, agaknya semua guru dan siswa sudah sangat rindu bertatap muka langsung di sekolah. Hanya saja, keputusan kapan masuk sekolah sepertinya belum menemui titik terang.

Persoalan utamanya adalah keberadaan pandemi corona yang seakan masih betah tinggal di bumi Indonesia. Tidak terpungkiri, ini persoalan yang rumit karena berhubungan langsung dengan kesehatan dan keselamatan para pelaku pendidikan.

Bahkan, keadaannya makin rumit setelah beberapa waktu yang lalu terdengar kabar bahwa sekolah akan segera dibuka pada bulan Juni 2020 mendatang. Entah dari mana dan bagaimana pula kabar panas itu bisa berkembang, tiba-tiba saja grup guru yang saya ikuti jadi heboh.

Padahal belum ada kita terbaca dan terdengar surat resmi kiriman Kemendikbud tentang kepastian kapan kita sekolah. Yang ada, pembukaan sekolah di bulan Juni 2020 sebenarnya hanyalah skenario yang masih berbentuk proposal semata.

Jika kita menimbang kembali judul-judul tulisan yang bertebaran di media online, cukup wajar kiranya bila netizen mudah terpancing untuk berkomentar. Anggap saja mereka memang benar-benar rindu untuk segera masuk sekolah.

Hebatnya, dari pihak Kemendikbud sendiri, Mas Nadiem mengaku sudah memiliki berbagai macam skenario terkait dengan keputusan masuk sekolah.

"Harus diketahui bahwa Kemendikbud sudah siap dengan semua skenario. Kami sudah ada berbagai macam. Tapi tentunya keputusan itu ada di dalam Gugus Tugas, bukan Kemendikbud sendiri. Jadi, kami yang akan mengeksekusi dan mengoordinasikan," ucap Mas Nadiem dalam Rapat Kerja secara telekonferensi dengan Komisi X DPR RI, di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Skenario untuk sekolah sudah siap? Agaknya Kemendikbud selaku eksekutor pendidikan sudah siap menunjukkan taji dan kerja cepatnya.

Tapi, yang sedikit membuat kita penasaran adalah, bagaimana caranya Mas Nadiem dan Kemendikbud meramu skenario sekolah serta keputusan tentang tahun ajaran baru, kok mendadak menyatakan sudah siap eksekusi?

Mas Nadiem meninjau langsung kondisi SD Negeri Cirimekar 02, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Senin (6/1/2020). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Padahal, telah kita saksikan bersama bahwa masing-masing organisasi dan ahli bidang pendidikan secara bergantian memberi saran.

Dari IGI (Ikatan Guru Indonesia) misalnya, melalui Ketum Muhammad Ramli Rahim, IGI mendesak Kemendikbud agar tahun ajaran baru dimulai pada tahun depan. Usul ini disampaikan untuk menutupi kurang optimalnya kegiatan belajar siswa di tengah pandemi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline