Lihat ke Halaman Asli

Opa Jappy

Orang Rote yang Bertutur Melalui Tulisan

Pentakosta Melenyapkan Bahasa Perbedaan

Diperbarui: 31 Mei 2020   16:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumentasi Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa

Catatan-catatan Awal

Bahasa

Kata "bahasa" merupakan serapan dari bh (Sansekerta) yang bemakna ciri dan cara manusia mengungkapkan hal-hal yang ada di/dalam pikirannya. Bahasa, utamanya Bahasa Kata, telah ada sejak manusia itu ada; sedangkan bahasa gambar dan simbol, serta tulisan, baru muncul sekitar 2000 tahun sebelum Masehi

Bahasa dimengerti dan dipahami melalui ucapan, kata, tulisan, gambar, simbol, tanda-tanda, atau pun isyarat tertentu. Juga, bahasa (bahasa Manusia) terbentuk dari pengungkapan atau pengucapan terhadap sesuatu, misalnya benda, tindakan, ungkapan perasaan, ekspresi dan aktualisasi dari seseorang, dan kelompok, sehingga terlihat oleh sesamanya atau orang lain.

'Sesama' tersebut, misalnya orang-orang yang terhisab atau pun terikat dalam komunitas, sub-suku, suku, dan bangsa. Dalam keterikatan tersebut, semuanya setuju serta mempunyai kesamaan pemahaman dan pengertian terhadap kata-kata yang dipakai sebagai penyebutan terhadap benda-benda, tindakan, atau pun ekspresi diri lainnya. 

Misalnya, jika dalam komunitas menyebut tempat makan sebagai piring, maka itu diterima oleh semua; atau menyebut jalan dengan cepat sebagai lari, maka komunitas mempunyai pemaknaan yang sama. Jadi,  bahasa juga bisa merupakan simbol kebersamaan, kesatuan, keterikatan sosial pada komunitas, sub-suku, suku, bangsa-bangsa.

Narasi Perbedaan dan Pemisahan Bahasa

Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear , lalu menetaplah mereka di sana.

Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu  dan ter  gala-gala sebagai tanah liat.

Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak  ke seluruh bumi."

Lalu turunlah  TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman:

"Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa  untuk semuanya.

Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.

Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline