Lihat ke Halaman Asli

Erny Kusuma

Suka kuliner dan jalan-jalan, kemudian diurai dalam sebuah artikel.

Ketika Pola Hidup Sehat Mengemuka

Diperbarui: 28 Agustus 2018   01:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok.pribadi

Sehat adalah modal penting dalam hidup kita. Dengan sehat kita mampu melakukan semua aktivitas. Sehat pula yang membuat kita jauh dari segala macam penyakit. Rasanya juga miris kalau banyak uang tapi badan jauh dari kata sehat. Apalagi yang kurang mampu, kalau tak sehat semakin runyam hidupnya. Betul kan?

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat diperlukan pola hidup yang sehat pula. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) pola hidup sehat adalah seimbangnya antara asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh dengan energi yang keluar. Asupan gizi itu diperoleh dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Sedangkan energi yang keluar berupa aktivitas kita.

Pergeseran Pola Hidup Sehat

Jaman now seseorang kadang karena sibuknya bekerja sampai lupa untuk makan. Bukan tidak mungkin hal itu dilakukan secara berulang-ulang dan hampir setiap hari. Sehingga terjadi pergeseran pola hidup yang sehat menjadi tak sehat.

Padahal untuk menjadi sehat harus mengikuti pola yang benar. Seperti sebelum berangkat kerja harus sarapan, banyak makanan bergizi dan makan secara teratur. Apa jadinya tubuh kuta, jika diforsir untuk bekerja, tetapi tidak diimbangi dengan asupan makanan yang baik? 

Jawabannya pasti sakit! Kalau sudah mengalami keadaan dimana kita hanya bisa berdiam di kamar dengan setumpuk obat, kita baru menyadari bahwa hidup perlu menjaga kesehatan tubuh.  Bahwa sehat itu penting, sehat itu mahal, bla..bla..bla..

Pola Hidup yang sehat sebetulnya mudah dijalankan oleh siapa saja. Dibutuhkan niat dan konsistensi diri untuk menjakankannya.  Seperti standarisasi dari WHO bahwa pola hidup sehat yakni adanya kesimbangan antara asupan yang masuk dengan energi yang keluar. Jadi sebaiknya harus bagaimana?

Pedoman Gizi  Seimbang Untuk Hidup Sehat

Beberapa tahun lalu kita mengenal slogan, untuk hidup sehat harus mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna. Slogan itu dicetuskan tahun  1950-an oleh ahli  ilmu gizi pertama Profesor Poerwo Darminto. Dari mulai bersekolah  TK sampai SMA kita disetel pemahaman tersebut. 4 sehat 5 sempurna  terdiri dari nasi, sayur, lauk pauk, buah-buahan plus susu. Namun seiring berkembangnya jaman, banyak hal-hal yang berubah dan tidak relevan lagi. 

Kini bukan  4 sehat 5 sempurna lagi  tapi berubah menjadi Pedoman Gizi Seimbang. Dimana didalamnya  mencakup lebih luas dan lebih banyak apa-apa yang harus dilakukan untuk menjadi sehat.

Apa saja yang termasuk dalam Pedoman Gizi Seimbang? 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline