Lihat ke Halaman Asli

Nurhana

Pernah belajar dan mengajar menjadi motivator anak dan orang dewasa mengenai minat baca dan minat belajar anak.

Menciptakan Literasi sejak Dini akan Mendukung Tumbuhnya Generasi Berprestasi

Diperbarui: 30 Januari 2023   21:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Sudah paham kah kita dengan kata Literasi? Bagaimana kondisi literasi di Indonesia? Serta, bagaimana langkah awal menciptakan literasi yang akan menumbuhkan generasi berprestasi? Mari temukan jawabannya pada artikel ini.

Literasi adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks tertulis untuk dapat mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan dunia serta dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.


Literasi terbagi menjadi 6 macam yaitu :
1.Literasi Baca Tulis
2.Literasi Numerasi
3.Literasi Sains
4.Literasi Digital
5.Literasi Finansial
6.Literasi Budaya dan Kewarganegaraan


Jadi, dari pengertian literasi tersebut dapat kita simpulkan bahwa literasi begitu penting dan berpengaruh dalam kehidupan. Literasi menjadi awal terserapnya segala ilmu pengetahuan yang kita dapatkan. Karena dari kemampuan memahami hingga merefleksikan ilmu dari berbagai teks tertulis yang kita baca, kita akan bisa membawa perubahan yang positif bagi kehidupan.

Namun, masalah kita bersama di negara Indonesia masih memiliki literasi yang rendah. Contohnya, banyak orang bisa membaca, akan tetapi masih sedikit yang mampu memahami bacaan yang dibacanya, sehingga belum dapat terealisasikan pada kehidupan dan membawa pengaruh yang positif dari ilmu yang didapatkan.

Berdasarkan hasil PISA (Programme for International Student Assessment) Indonesia selalu mendapatkan score di bawah rata-rata negara di dunia dalam hal literasi Baca tulis. Tidak ada peningkatan signifikan sejak 10-15 tahun terakhir. Pada tahun 2018 Indonesia berada pada peringkat 72 dari 79 negara.

Kemudian, berdasarkan rapor pendidikan SD pada 2022, capaian hasil belajar dalam Kemampuan literasi kurang dari 50% siswa telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa literasi anak Indonesia masih kurang dan perlu ditingkatkan.

Kita sebagai bagian dari warga negara Indonesia perlu ikut merasa prihatin terhadap masalah ini. Namun, hanya ikut merasa prihatin pun belum cukup untuk mengatasi masalah ini. Kita bersama perlu melakukan sesuatu untuk dapat meningkatkan literasi khususnya literasi baca tulis di Indonesia.

Segala perubahan besar diawali dari perubahan yang kecil. Dalam hal ini, kita bisa memulai perubahan dari lingkungan keluarga terlebih dahulu. Kita ciptakan literasi kepada anak-anak kita, dan keluarga di rumah.

Minat Baca dan Minat Belajar adalah hal penting sekaligus langkah awal yang harus kita tanamkan pada anak untuk dapat membangun budaya literasi, khususnya untuk menumbuhkan literasi baca tulis. Dengan begitu anak akan senang dan semangat bermain sambil belajar yang berkaitan dengan bacaan dan tulisan.

Anak usia dini memang belum wajib belajar membaca, menulis, dan berhitung. Namun, sebagai orang tua kita memiliki kewajiban untuk memberi pendidikan pada anak. Kita semua paham bahwa anak-anak sangat suka bermain. Maka, cara kita untuk membangun budaya literasi adalah kita bangun terlebih dahulu Minat Baca dan Minat belajar anak dengan cara yang sepenuhnya menyenangkan bagi anak.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline