Lihat ke Halaman Asli

Danang Arief

TERVERIFIKASI

baca, nulis, gowes adalah vitamin kehidupan

Jebakan Kognitif: Kenapa Banyak Pemudik Memaksakan Diri di Jalan?

Diperbarui: 27 April 2023   03:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi jalanan ketika mudik. Sumber: brgfx di freepik.com

Pada musim mudik tahun ini, tidak jarang kita jumpai berita kecelakaan lalulintas.

Ada banyak faktor penyebabnya. Salah satunya yang menonjol adalah akibat kelelahan pengemudi.

Kondisi fisik yang lelah karena perjalanan jauh dapat membuat pengemudi menjadi tidak fokus dan mudah mengantuk. Ini dapat menyebabkan pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan dan menyebabkan kecelakaan.

Sudah banyak himbauan agar beristirahat ketika lelah. Namun, masih saja banyak pengemudi yang memaksakan diri untuk tetap berkendara.

Lalu apa penyebabnya?

Ditilik dari aspek kognitif, berikut adalah beberapa diantaranya:

Survivorship Bias

"Kemarin malam, Jakarta - Solo bisa ditempuh dalam waktu 8 jam saja". Begitulah seorang kawan mengabarkan di grup WhatsApp.

"Kalo dia saja bisa, kenapa saya tidak?", gumam ku.

Inilah salah satu penyebab kenapa banyak pengemudi cenderung memaksakan diri. Mereka berpatokan pada informasi keberhasilan seseorang sampai di tempat tujuan dalam kurun waktu yang relatif cepat.

Mereka kemudian menetapkannya sebagai target bagi diri mereka sendiri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline