Lihat ke Halaman Asli

Musa Hasyim

TERVERIFIKASI

M Musa Hasyim

Banyak Webinar Bertebaran di Tengah Pandemi, Sertifikat Online Jadi Kurang Berharga?

Diperbarui: 9 Agustus 2020   21:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi webinar, sumber: Pixabay/kelseyannvere

Semenjak perkuliahan jarak jauh dimulai pertengahan Maret silam, seminar-seminar online mulai bermunculan. Istilah kerennya Webinar atau Web Seminar.

Webinar ini cukup praktis karena bisa diakses hanya melalui genggaman tangan saja. Cukup sediakan sinyal yang kencang dan gawai yang mumpuni, kita bisa mengikuti webinar.

Ada beberapa penyelenggara webinar yang mengharuskan registrasi terlebih dahulu tapi ada pula yang bisa langsung diikuti.

Ada Webinar yang gratis dan ada pula yang berbayar. Tapi sejauh pengamatan, lebih banyak yang gratisnya ketimbang yang berbayar. Biasanya webinar yang berbayar memakai embel-embel donasi padahal intinya sama saja dengan bayar.

Webinar akan tampak membosankan jika topik yang dibicarakan bukan sesuatu yang ingin kita dengar. Tapi siapa yang mau mengikuti webinar dengan topik yang bukan kesukaan kita?

Faktanya ada juga tipe-tipe orang yang terpaksa mengikuti webinar.

Mereka ikut webinar hanya demi mengejar sertifikat online. Sertifikat tersebut bisa digunakan untuk syarat kelulusan, agar dapat pekerjaan dan sederet alasan lainnya.

Sebenarya mereka tidak sepenuhnya salah, karena sistem pendidikan kita masih berpacu pada selembar kertas.

Saya sangat tidak setuju jika syarat kelulusan harus menyertakan sertifikat-sertifikat seminar.

Pengalaman saya dulu, sertifikat ini bisa didapatkan dengan mudah. Hanya perlu ikut BEM maka meskipun tidak datang ke acara pasti akan dapat kertas bernama sertifikat itu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline