Lihat ke Halaman Asli

M. Saiful Kalam

Sarjana Ekonomi

Menempatkan Kebaikan pada Tempatnya

Diperbarui: 16 Desember 2021   13:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi: memberi sedekah. (sumber: dailymail.com via kompas.com)

Kebaikan kali ini akan dibagi menjadi dua, harus dibalas (dirupakan dalam bentuk sesuatu) dan yang kedua tidak harus dibalas (murni pemberian).

Kalau kebaikan yang harus dibalas, itu contohnya ketika kita bekerja. Kita mengeluarkan tenaga, pikiran, dan waktu untuk menyelesaikan masalah kantor. Maka itu tentu kantor harus mengupah Anda.

Lantas kalau kantor tidak memberikannya bagaimana? Itu adalah hak Anda untuk menuntut, dan ajaran agama sendiri berkata kalau kita diperintahkan untuk menyegerakan membayar upah pegawai kita.

Sedangkan kebaikan yang tidak harus dibalas, itu contohnya adalah sedekah. Orang yang mengungkit-ungkit sedekahnya itu diibaratkan sebagai anjing yang menelan air ludahnya sendiri.

Itu artinya, sedekah yang kita berikan kepada orang lain (yang membutuhkan) tidak perlu berharap pamrih untuk langsung dibalas.

Kebaikan yang pertama (bekerja), balasannya dapat kita rasakan langsung di dunia. Salah satunya berupa gaji tiap bulan yang kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kalau kebaikan kedua (sedekah), balasannya itu berupa rezeki yang tidak terlihat. Seperti urusan terasa lancer semua, bisa tidur nyenyak meski padat pikiran, dan sebagainya.

Nah, yang jadi pertanyaannya adalah berapa persentase yang harus kita bagi antara kebaikan pertama dan kedua? Jawabannya ada pada keinginan kita.

Kebaikan pertama ibaratnya tabungan di bumi yang bisa kita tarik sewaktu-waktu dan kebaikan kedua ibaratnya tabungan langit yang tidak bisa kita tarik sewaktu-waktu.

Kalau menurut penulis dan beberapa pengalaman teman, justru kebaikan pertama harus menjadi penopan bagi kebaikan kedua. Maksudnya itu gimana? Begini penjelasannya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline