Lihat ke Halaman Asli

Muhammad Andi Firmansyah

TERVERIFIKASI

Mahasiswa Ilmu Politik

Cara Efektif untuk Membaca agar Waktu Anda Tidak Sia-sia

Diperbarui: 2 Juli 2021   07:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Membaca buku dengan asal hanya akan membuang-buang waktu kita yang berharga | Ilustrasi oleh Pexels via Pixabay

Tidak peduli seberapa bencinya seseorang dengan membaca, dia tetap membaca juga. Bagi saya, orang-orang semacam itu terlalu naif untuk mengakui bahwa dirinya sendiri butuh membaca.

Jika Anda benci membaca, jangan mengutuk apa pun selain diri Anda sendiri. Klaim negatif itu tidak melekat pada aktivitas membacanya, melainkan melekat pada asumsi subjek yang menyamakan membaca dengan kebosanan dan memancing rasa kantuk.

Para pelajar kita banyak yang tidak suka membaca buku, sebab dalam pandangannya, buku itu sebatas tumpukan kertas yang biasa mereka jumpai di kelas. Hanya sedikit dari mereka yang membaca buku ajar kecuali terpaksa.

Jika Anda membaca buku ajar untuk bersenang-senang, kirimi saya email. Saya perlu mewawancarai Anda, karena menurut saya, Anda tergolong manusia yang patut dilindungi negara. Membaca buku pelajaran itu aneh. Saya merasakan pengalaman itu hingga sekarang.

Tapi, tentunya adalah keliru kalau kita mengira jenis buku di dunia ini hanya sebatas buku ajar. Buktinya, novel-novel remaja yang menyajikan kisah cinta picisan sudah laku keras di pasaran. Jadi antara benci dan suka membaca; remaja kita benar-benar membingungkan!

Mungkin terkesan aneh ketika saya menulis artikel yang mengarah pada kegiatan membaca. Lagi pula, jika Anda membaca ini, berarti Anda bisa membaca. Tetapi membaca secara efektif dan efisien adalah persoalan lain yang perlu keterampilan khusus.

Barangkali, keterampilan semacam ini tidak pernah diajarkan kepada kita di kelas. Padahal, lingkungan kelas itu sendiri yang menuntut kita untuk tekun membaca. Tapi biarlah. Karena pelajaran semacam itu tidak ada di kelas, maka artikel ini punya nilainya tersendiri.

Sepanjang kehidupan akademis, kita diprogram untuk percaya bahwa membaca yang efektif itu diukur dari kecepatan dan keluasan bacaan kita. Semakin banyak bacaan kita, semakin kita terlihat pintar. Dan semakin luas bacaan kita, semakin kita terlihat cerdas.

Akan tetapi, obsesi untuk membaca lebih cepat dan lebih banyak malah membuat kita mudah terpeleset dalam menemukan wawasan yang berharga. Pada akhirnya, semua bacaan yang kita "telan" itu tidak mengenyangkan apa pun dan malah berpotensi membawa penyakit.

Jadi, inilah beberapa hal yang mesti kita perhatikan dalam kegiatan membaca (versi saya).

Tentukan tujuan membaca dan pilihlah buku yang tepat

Meskipun titik ini bersifat pribadi, tetapi Anda perlu memilih bahan bacaan yang tepat untuk Anda. Dan parameter yang bisa digunakan untuk ini adalah tujuan atau kebutuhan Anda sendiri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline