Lihat ke Halaman Asli

Mugniar

Mamak Blogger

Likupang: Antara Eksplorasi dan Narasi, Ada Harapan dan Tantangan

Diperbarui: 24 Maret 2022   10:28

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ket: Likupang. Gambar berasal dari video yang diputar sebelum conference.

Kalau dulu sering mendengar istilah "Negeri Nyiur Melambai" untuk provinsi yang terletak di utara pulau Sulawesi, Ibu Vanda Sarundajang -- anggota Komisi X DPR RI memperkenalkan Sulawesi Utara juga sebagai "The Land of Smiling People" dalam International Conference Likupang-North Sulawesi, Discover The Hidden Paradise yang berlangsung hybrid (offline dari Novotel Manado Golf Resort & Convention Center dan online melalui Zoom Cloud Meetings) pada 8 Maret lalu.

Saya jadi tahu banyak mengenai wisata laut dan gunung di Sulawesi Utara dan aneka potensi dalam hidden paradise di Sulawesi Utara, khususnya di Likupang, Minahasa Utara. Secara emosional, saya merasa ikatan dengan provinsi Sulut karena ibunda berasal dari Gorontalo yang mana dahulu Gorontalo menjadi bagian dari Sulut.

Sebagaimana yang kita ketahui, Likupang telah resmi menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berdasar PP Nomor 84 Tahun 2019 dan terpilih menjadi Destinasi Super Prioritas (DSP) Indonesia karena memiliki pesona dan keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan tempat wisata lainnya.

Eksplorasi Likupang

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara -- Bapak Henry Richard Kaitjily mewakili Olly Dondokambey, Gubernur Sulawesi Utara menyampaikan bahwa Likupang (sebagai sebuah kecamatan) didukung oleh Kabupaten Minahasa Utara dan daerah sekitarnya seperti Bitung, Madano, Tomohon , Tondano sebagai bagian terintegrasi dari Likupang sebagai DSP Likupang-Sulawesi Utara.

Baru menyimak sambutan dari Kepala Dinas Pariwisata Sulut, saya sudah merasa senang sebab sesuai dengan harapan saya tentang Likupang seperti yang pernah saya tuliskan dalam tulisan berjudul Likupang, Pergi adalah Pulang, beliau juga menyatakan bahwa Likupang akan dibangun dengan style berbeda, dengan mengobservasi lingkungan, membangun manusia, dan menjaga alam.

Sebelum acara dimulai, saya dan semua peserta konferensi yang menyimak via Zoom disuguhi video yang menampilkan keindahan alam Likupang, seperti Pantai Pulisan, Bukit Pulisan, Pulau Lihaga, dan Pulau Gangga. Ibu Vanda mempertegasnya dengan mengatakan bahwa Sulut punya wisata laut dan gunung.

Wisata baharinya luar biasa, ditunjang keindahan alam yang melimpah yang masih harus dikembangkan. Ibu Vanda menyebutkan nama-nama tempat wisata lain, seperti Pantai Surabaya, Pantai Paal, dan Pantai Kalinaung yang masih satu garis pantai dengan Pantai Pulisan.

Ibu Vanda Sarundajang mengingatkan pentingnya mengupayakan wisata alam yang berkualitas dan berkelanjutan agar nantinya bermanfaat bagi masyarakat.

Eksplorasi potensi pariwisata yang luar biasa di Sulut pada umumnya dan Likupang pada khususnya dibahas oleh Bapak Henry Richard Willard Kaitjily dalam presentasinya yang berjudul Strategi pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Sulawesi Utara. Beliau menyebutkan bahwa Sulut progresif dalam pengembangan pariwisata, dibuktikan dengan data masuknya wisatawan ke Sulut.

Dari 900-an destinasi wisata di Sulut, ada 300-an yang mumpuni, didukung dengan proyek infrastruktur untuk membangun konektivitas, salah satunya adalah dengan membangun KEK Likupang yang berada di lahan seluas 197,4 ha. Tentunya dengan membangun masyarakat juga, di antaranya dengan membangun Poltekpar Manado dilahan seluas 20 ha.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline