Lihat ke Halaman Asli

moesa moesa

desain produk

Rempang, Gurindam 12, dan Warkat Titah Raja Kesultanan Riau-Lingga

Diperbarui: 22 September 2023   13:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Raja Ali Bapak Bahasa Melayu Indonesia, Peletak Dasar Bahasa Indonesia- Harian Berkat

Betul hati kepada raja,
Tanda jadi sebarang kerja.
Hukum 'adil atas rakyat,
Tanda raja beroleh 'inayat.

Maknanya :

Betul hati kepada raja.
Tanda jadi sebarang kerja.

Artinya : Raja yang baik atau raja yang mendapat petunjuk dari Allah adalah raja yang adil terhadap rakyatnya.

Hukum adil atas rakyat.
Tanda raja beroleh inayat. 

Artinya : Hukum harus didasari oleh hak asasi manusia.

Gurindam 12 Pasal 12  karya Raja Ali Haji, Mahakarya yang digubah di Pulau Penyengat sebelah timur pulau rempang, Kepulauan Riau. Raja Ali Haji merupakan keturunan kedua (cucu) kepada Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan IV dari Kesultanan Lingga-Riau. Mahakaryanya, Gurindam Dua Belas,  yang diterbitkan pada tahun 1847 menjadi pembaharu arah aliran kesusasteraan pada zamannya. Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad (1808 - 1873) atau lebih dikenali sebagai Raja Ali Haji, ialah ulama, ahli sejarah, serta pujangga Melayu-Bugis, dan terutamanya pencatat pertama dasar-dasar tatabahasa bahasa Melayu melalui Pedoman Bahasa,  buku yang telah menjadi piawai bahasa Melayu. Bahasa Melayu baku inilah yang ditetapkan sebagai bahasa Indonesia, bahasa rasmi negara Indonesia, dalam Kongres Pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928. (sumber wikipedia)

Seolah ini momen yang tepat untuk membuka kembali karya sastra melayu mashur tersebut oleh adanya peristiwa "Rempang" akhir akhir ini. Peristiwa konflik yang terjadi di Negeri Betuah, Negeri yang menorehkan jalan panjang sejarah bangsa Melayu di semenanjung Malaka, tepatnya di Pulau Rempang Kota Batam Propinsi Kepulauan Riau. Konflik ini terjadi, sejak disepakatinya kerjasama investasi sebesar 381Triliun rupiah yang berasal dari Tiongkok. Sebanyak 16 kampung Melayu yang ada di pulau Rempang dan Galang, terkena imbas proyek raksasa tersebut, akibatnya terjadi penolakan dari masyarakat. Penolakan dengan kesadaran yang muncul dari masyarakat Melayu ini sebagai ikhtiar mereka mempertahankan peradaban Melayu dan kampung yang sudah mereka diami sejak ratusan tahun lalu.

Dalam karyanya yg lain Raja Ali haji mengingatkan, Arogan, Sombong , angkuh atau takabbur mempunyai pegertian sikap seseorang yang membesarkan dirinya sekaligus merendahkan orang lain, dalam hal ini merasa memiliki kekuatan dan kekuasaan lebih besar dibanding dengan orang lain. Sifat demikian acapkali membuat dirinya bukan saja tidak membutuhkan orang lain namun kerapkali berbuat sewenang wenang dan melampaui batas.  Sifat sombong adalah sifat sekaligus dosa pertama yang dilakukan oleh iblis. Sifat sombong ini di lakukan oleh orang-orang durjana dalam sejarah umat manusia di muka bumi, seperti Raja Namrudz, Fir'aun, Abu Jahal. (Lihat, Raja Ali Haji, Kitab Pengetahuan Bahasa,192). Apakah berkebetulan jika kita menengok kembali  kebelakang  Mahfud MD pernah menyatakan seperti dimuat Republika 2013, "Malaikat masuk ke sistem Indonesia pun Bisa Jadi Iblis"?

Dalam kesempatan lain Mahfud memberikan juga pernyataan bahwa sudah ada kesepakatan warga dengan pemerintah mengenai ganti rugi. Nampak bahwa dia ingin menyederhanakan  perjuangan  masyarakat Melayu pesisir Batam dan Kepri sebagai peristiwan hukum biasa. Maka tidak heran apabila para menteri dibawah koordinasi Menkopolhukam itu melakukan cara cara penegakan hukum yang terkesan represif dan tidak mengedepankan hak asasi manusia, padahal yang diikhtiarkan masyarakat Rempang hanyalah mempertahankan peradaban Melayu dan kampung yang sudah mereka diami sejak ratusan tahun lalu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline