Lihat ke Halaman Asli

Mochamad Syafei

TERVERIFIKASI

Menerobos Masa Depan

Kemarahan-kemarahan yang Tidak Perlu

Diperbarui: 11 Juni 2022   23:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kompascom

Kadang-kadang kita semua dibikin heran dengan kemarahan kemarahan yang seakan tumpah ruah tak karuan di ruang ruang publik. Seakan jalan kemarahan adalah jalan satu satunya untuk melihat realitas. 

Paling akhir adalah tentang rendang babi. Sebuah isu yang sama sekali tidak bermutu untuk diperdebatkan. Apalagi sampai berhari-hari harus menyita begitu banyak energi. 

Persoalan bangsa memang banyak. Dan persoalan itu tidak boleh dibiarkan. Jika dibiarkan maka negeri ini yang akan tertelan bumi. 

Selalu muncul dua kelompok yang bertentangan. Imbas dari pemilu yang tak pernah sampai ujung. 

Entah sampai kapan. 

Dan limbah kemarahan terus saja diproduksi. Itulah politik negeri ini. Politik kotor manusia manusia yang hanya berpikir tentang napsu kuasanya. 

Akankah kita hidup dalam kemarahan yang selalu diproduksi oleh para petualang? 

Sudah saatnya kita berpikir jernih. Sudah saatnya kita menolak prilaku prilaku barbaris.  Kita harus mampu menentukan masa depan negeri ini. 

Sebagai seorang guru, saya kadang sedih saat melihat wajah anak anak kita tercoreng oleh kemarahan kemarahan tanpa ujung. Seharusnya mereka kita biarkan untuk memiliki masa depan negeri ini. Tanpa harus menanggung beban kemarahan yang tak perlu. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline